Gubernur Khofifah saat menghadiri Kajian Ramadhan 1446 H, dan Buka Bersama PWM Jatim di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menghadiri Kajian Ramadhan 1446 H dan Buka Bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim. Agenda tersebut berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (8/3/2025).
Diikuti ribuan orang, kegiatan ini turut dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Konjen Amerika, Wakil Konjen Australia, jajaran Forkopimda Kab. Lamongan, Pengurus PW Muhammadiyah Jawa Timur, Pengurus PW Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Jatim, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Mengusung tema 'Baldah Thayyibah: Refleksi untuk Negeri', Gubernur Khofifah mengatakan bahwa konsep membentuk baldah thayyibah atau negeri yang baik adalah tugas bersama.
“Bagaimana menjadi baldah thayyibah adalah tugas kita bersama. Kita berusaha mewujudkan masyarakat yang bahagia sejahtera, spiritualitasnya terkawal, dan hubungan satu dengan yang lain terbangun harmonis atau harmonious partnership,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsep baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur menjadi tujuan dari berbagai program-program dan langkah-langkah strategis Pemprov Jatim.
“Kami berharap negeri ini, khususnya Jawa Timur menjadi provinsi yang nyaman, aman dan sejahtera, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.
Pertemuan Kajian Ramadhan ini, kata Khofifah, sudah menjadi tradisi bagi keluarga Muhammadiyah tiap tahunnya.
“Lebih dari 10 tahun saya mengikuti kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jawa Timur, dulu biasanya di Dome UMM dan selalu keluarga besar Muhammadiyah hadir komplit. Ini menjadi pertemuan yang sangat strategis, tidak hanya kajian di bulan Ramadhan tapi plan of action pascakajian,” paparnya.
Menurut dia, pertemuan ini bisa menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan gerakan persyarikatan Muhammadiyah. Serta, program maupun pikiran sehingga Kajian Ramadhan ini berjalan multifungsi.
“Kajian ini juga mendatangkan narasumber yang sangat berkompeten dan kredibel. Narasumber bisa memberikan penguatan secara intelektual, institusional maupun kapasitas perseorangannya. Jadi menurut saya ini pertemuan yang sangat prestisius dan menjadi tradisi PW Muhammadiyah Jatim,” ucapnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




