Konfercab Ulang Ansor Surabaya Dilakukan Dadakan, Dugaan Skenario Culas Picu Protes Kader

Konfercab Ulang Ansor Surabaya Dilakukan Dadakan, Dugaan Skenario Culas Picu Protes Kader

Dia menambahkan, pelaksaan diam-diam ini juga menjadi bukti bahwasannya baik PC Kota Surabaya dan PP GP Ansor tidak mau mendengarkan suara dan kritikan yang ada di bawah dan secara langsung tidak menghiraukan arahan dari Polrestbaes Surabaya terkait syarat pelaksanaan ulang konfrensi.

"Rekomendasinya kan jelas, bisa digelar setelah dilakukan konsolidasi internal dan konsolidasi dengan Surabaya sebagai induk organisasi, bukan malah pindah tempat. Sebenarnya pinter gak sih arek-arek iku," katanya geram.

Dengan memaksakan kehendak semacam itu, ujarnya, PC GP Ansor dan Panitia secara terang-terangan meremehkan posisi Surabaya.

"Ini jauh dari sikap takdim kepada kiai dan ulama, mosok masih mau menyebut dirinya Ansor kalau seperti itu," katanya.

Menurutnya, dengan digelarnya ulang di Jakarta maka PP GP Ansor sudah terlibat kongkalikong dengan PC GP .

"Ini mencederai semangat kader yang ada di bawah," ujarnya.

Sekadar diketahui, sejumlah nama sebelumnya bakal maju dalam pemilihan Ketua GP . Salah satu yang banyak didukung PAC dan Ranting adalah .

Putra Gubernur Jatim, Indar Parawansa tersebut sejatinya bakal bersaing dengan Mantan Ketua IPNU Surabaya 2017-2019, Achnaf Al Ashbahani FR yang didukung panitia dan pengurus Ansor sebelumnya.

Skenario menggelar mendadak di Jakarta inilah yang diduga sengaja digelar untuk memuluskan calon yang diusung pengurus lama.

Terbukti, pada ' Dadakan' kemarin, Achnaf terpilih secara aklamasi.

Tidak hadirya pengurus Ranting sebagai pemilik sah suara menimbulkan kekecewaan kader-kader Ansor. Klaim panitia menyebut ada 78 peserta yang hadir.

"Ini nemaksa dan banyak keanehan. Bekukan dulu, ini sudah tidak benar," ujar Rachmat Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO