Kegiatan yang digelar DPD PKS Pamekasan.
"Menjadi pemimpin itu juga harus mampu menyesuaikan perubahan zaman," tuturnya.
Abdullah menyebut, digelarnya Sekolah Kepemimpinan Partai ini sebagai bekal persiapan kader PKS di Pamekasan untuk 5 tahun ke depan, agar bisa bersaing di parlemen.
"Untuk bertarung di kontestasi Pemilu 2029 perlu ditata, dan dilatih dengan pengalaman. Bahkan, perlu menata hubungan yang baik dengan masyarakat sejak dini. Bagaimana nanti para kader PKS ini bisa mensosialisasikan diri dan membaur dengan masyarakat," paparnya.
Secara kaderisasi, kata Abdullah, DPD PKS Pamekasan membidik kaderisasi kawula muda sekitar 50 persen lebih, sedangkan kader perempuan lebih dari 30 persen.
"Tokoh tentunya sudah memiliki bekal tersendiri hanya tinggal membangun bagaimana ia bisa loyal terhadap PKS," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta yang telah mengikuti Sekolah Kepemimpinan Partai tidak berhenti belajar. Sebab, materi yang diajarkan saat ini merupakan teori dan nantinya mereka harus terjun ke masyarakat serta menerapkannya.
"Bagaimana menyerap aspirasi masyarakat, bagaimana cara membawa suara masyarakat. Bagaimana menyuarakan suara masyarakat kepada pemegang kebijakan, karena itu semua perlu potensi dan keberanian," pungkasnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




