Oknum Wartawan dan LSM Ditangkap, Diduga Lakukan Pemerasan Ratusan Juta ke Pondok Pesantren

Oknum Wartawan dan LSM Ditangkap, Diduga Lakukan Pemerasan Ratusan Juta ke Pondok Pesantren Konferensi pers terkait kasus pemerasan di Mapolres Batu.

"Dalam pertemuan tersebut tersangka YLA menyampaikan bahwa untuk menutup berita, agar disiapkan uang sebesar Rp40 Juta yang akan digunakan untuk menutup semua media yang telah memberitakan, serta untuk biaya pengacara, selanjutnya uang diterima oleh FDY dan oleh FDY diserahkan kepada YLA yang mengaku sebagai wartawan," urai Andi.

Di hadapan penyidik terkait uang Rp40 juta, FDY mengaku mendapatkan bagian sebesar Rp3 juta dan sisanya YLA digunakan untuk membayar pengacara sebesar Rp15 juta, serta Rp 22 juta yang digunakan oleh YLA untuk teman-temannya.

Karena panik, pihak pengurus pondok meminta agar bertemu dan mencari solusi terbaik, selanjutnya YLA bertemu dengan pengurus pondok, dan diajukan biaya dengan rincian total Rp340 juta.

"Pertama, tersangka mengajukan Biaya untuk korban Rp180 juta, kedua biaya untuk penyelesaian perkara di polres sebesar Rp150 juta, dan ketiga pemulihan nama baik melalui media Rp10 juta sehingga total Rp340 Juta" kata Andi.

Ia menegaskan, penangkapan ini adalah bagian dari upaya polisi untuk memberantas praktik pemerasan yang merugikan masyarakat.

"Kami akan menindak tegas pelaku-pelaku kejahatan seperti ini," ucapnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai, dan dokumen yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan. Para pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kapolres menyatakan, kejadian ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan identitas untuk melakukan tindakan kriminal.

"kami berharap bahwa dengan penangkapan ini, pelaku pemerasan tidak lagi memiliki tempat di masyarakat Kota Batu," sebutnya.

Sementara itu, Kasatreskrim , AKP Rudi Kuswoyo, mengatakan petugas masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat dalam kasus ini.

"Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, tunggu saja perkembangannya, ini masih berlanjut," cetusnya.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika mereka menjadi korban pemerasan atau tindakan kriminal lainnya. (adi/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Dengan Santainya, Maling Gasak Motor Karyawan Pabrik di Kota Batu':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO