Kondisi atap yang rusak dan nyaris ambrol
“Tahun 2024 kemarin, saat plafon dibuka, ternyata tiang nok dan kuda-kuda atap sudah rusak parah,” kata Sudarwati.
Pihak sekolah telah mengajukan permohonan perbaikan. Namun, karena kesalahan dalam database Dapodik (Data Pokok Pendidikan), usulan tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Mengutamakan keselamatan siswa, pihak sekolah memutuskan untuk memindahkan KBM ke masjid yang terletak di depan sekolah.
“Untuk sementara, kegiatan belajar akan kami pindahkan ke masjid depan sekolah,” tambah Sudarwati.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Ngawi, Zainal Fanani, menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau kondisi sekolah. Hasilnya, kerusakan termasuk dalam kategori berat dan memerlukan penanganan segera.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan anak-anak, jadi KBM harus segera dipindah,” ujarnya.
Dinas Pendidikan berencana melakukan survei ulang terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat. Namun, penganggaran untuk perbaikan belum bisa dipastikan karena adanya pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) hingga 50 persen setelah terbitnya Inpres 1 Tahun 2025.
“Kami akan mengusulkan penganggaran melalui DAU, karena DAK tahun ini mengalami pemotongan cukup besar,” pungkas Zainal (nal/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




