Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
"Informasi terakhir yang saya tahu sejak 1 Februari ini, pengecer tidak boleh jual elpiji dan itu berlaku sampai sekarang. Namun sekarang saya baru tahu dari Bu Tutik, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri yang hari ini meninjau ketersediaan elpiji bersubsidi," katanya.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih meminta kepada pihak agen agar terus mensosialisasikan informasi tentang kebijakan baru terkait penyaluran elpiji tiga kilogram.
"Tadi saya juga sempat kaget, ada pangkalan elpiji yang belum tahu tentang aturan baru bahwa pengecer boleh menjual elpiji kembali. Tapi setelah diedukasi, nanti pihaknya bisa meneruskan informasi ini sehingga masyarakat tidak perlu resah," katanya.
Sebagai informasi, secara umum dari pantauan pada sidak di tingkat agen, pangkalan, dan pengecer, terlihat persediaan elpiji subsidi sangat aman. Namun juga ada beberapa masyarakat di Kecamatan Grogol, Kepung, dan Semen yang dikabarkan mengalami kelangkaan serta, ada beberapa agen yang stoknya kosong.
Akan tetapi, lanjut Tutik, setelah dipastikan ke sejumlah agen elpiji, maka dijamin pada Selasa sore sudah ada pengiriman elpiji ke lokasi tersebut.
"Dengan adanya kebijakan baru tentang penyaluran elpiji bersubsidi ini, maka kami akan terus melakukan pengawasan ketat di tengah masyarakat. Tujuannya, agar penggunaan elpiji melon tersebut dapat tepat sasaran,"pungkas Tutik. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




