Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Suko Widodo.
BANGSAONLINE.com - Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Suko Widodo, mendesak pemerintah agar meninjau ulang program study tour dan karyawisata.
Permintaan itu muncul setelah insiden yang menewaskan 4 pelajar dari SMPN 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Suko Widodo mengaku prihatin dengan kejadian tersebut.
BACA JUGA:
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- Gubernur Khofifah Lantik 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri
- Kadindik Jatim Imbau Murid dan Guru Manfaatkan Libur Lebaran
- Bersama Kapolda Jatim, Gubernur Khofifah Resmikan SMAN 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi
"Saya setuju dengan program outing, tapi harus ada catatan penting," katanya, Jumat (31/1/2025).
Menurut dia, karyawisata harus lebih terjamin keamanannya, terutama dalam hal audit kendaraan dan kesiapan lokasi.
"Selama ini, outing tidak diaudit secara komprehensif. Misalnya, kendaraan yang digunakan, apakah layak atau tidak," ucapnya.
Dia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh dalam setiap tahapan kegiatan. Suko juga mengingatkan bahwa pembimbing kegiatan harus memahami dengan baik situasi lapangan, seperti pantai dan laut.
"Jika guru pendamping tidak mengerti dunia laut, sebaiknya menggunakan tenaga profesional," tuturnya.
Ia menilai, program karyawisata harus lebih dari sekadar rekreasi. Keamanan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.
Klik Berita Selanjutnya






