Acara Sosialisasi Penyerapan Gabah/Beras Petani
“Dengan menjual hasil pertanian ke Bulog, petani akan mendapat harga yang lebih tinggi dibandingkan saat dijual ke tengkulak,” terangnya.
Lebih lanjut, Bulog bersama DKP2P Tuban akan melakukan pemetaan wilayah pertanian. Nantinya, setiap kecamatan akan mendapat target jumlah gabah yang akan diserap.
Selain itu, untuk menjamin kualitas, Bulog akan memberikan edukasi kepada petani mengenai standardisasi hasil pertanian yang bisa diterima Bulog. Juga ditetapkan harga beli yang bisa menguntungkan petani.
Endro Sulistyo menjelaskan, Pemkab Tuban berupaya menjaga ketahanan pangan. Upaya tersebut diwujudkan dengan perluasan area tanam, pengembangan inovasi alsintan, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Di kesempatan yang sama, Pimpinan Kancab Bojonegoro, Ferdinan Dharma Atmaja meminta petani menjaga kualitas pertaniannya.
Hasil pertanian dapat dijual ke Bulog melalui SPP di Bojonegoro atau melalui mitra Bulog yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Perum Bulog akan membeli Gabah Kering Panen dengan harga minimal 6.500 rupiah per kilo,” jelasnya.
Ferdinan mendorong Gapoktan untuk bermitra dengan Perum Bulog. Ia berpesan agar Gapoktan yang hadir dapat menyebarluaskan informasi yang didapat ke petani di wilayah masing-masing.
“Dengan demikian, target 3 juta ton beras yang harus diserap dari petani dapat tercapai dan ketahanan pangan dapat terwujud,” tutupnya. (coi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




