Pemeriksaan yang dilakukan petugas kepada hewan ternak.
"Pengalaman tahun-tahun lalu akibat dampak PMK kerugiannya cukup besar, oleh karena itu perlu ada penanganan serius agar penyakit PMK tidak menyebar ke mana-mana," tuturnya.
Pekan lalu, Pemdes Junrejo telah mengundang sekitar 120 peternak sapi se-Desa Junrejo.
"Kami mengumpulkan para peternak sapi, termasuk Gapoktan, PPL, dokter hewan, BPD, Babinkamtibmas, dan Babinsa, dalam upaya pencegahan PMK," kata Andi.
Dari hasil kesepakatan bersama dengan peternak sapi, sapi yang terindikasi terkena wabah PMK tidak dilakukan vaksinasi tetapi diberi empon-empon (ramuan herbal) secara gratis dengan jatah 3 kg.
"Sapi yang dikatakan masih sehat, dilakukan vaksin secara gratis, Alhamdulillah kita di support dari petugas kesehatan hewan, ada sekitar 400 vaksin," urai Andi.
Tindakan pencegahan ini diharapkan mampu mengurangi risiko penyebaran PMK, serta melindungi hewan ternak yang merupakan sumber mata pencaharian banyak masyarakat desa.
Selain itu, kerja sama dari masyarakat juga sangat diperlukan untuk melaporkan apabila terdapat gejala penyakit pada sapi-sapi mereka.
"Dengan demikian, diharapkan wabah PMK dapat segera ditangani dan tidak berkembang lebih luas di wilayah Junrejo" ucap Andi. (adi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






