Jokowi Gusar, Prabowo dan Pimpinan Parpol Tak Membela saat Masuk Presiden Terkorup Dunia

Jokowi Gusar, Prabowo dan Pimpinan Parpol Tak Membela saat Masuk Presiden Terkorup Dunia Joko Widodo. Foto: Reuters/Newsnow.id

Seorang purnawirawan jenderal bercerita. Saat lengser dan mau pulang ke Solo, dengan penuh hormat mempersiapkan pesawat khusus. Yaitu pesawat TNI AU. Untuk menerbangkan ke Solo. Bahkan ikut mengantar dan Iriana sampai ke tangga pesawat.

“Ternyata besoknya dia () sudah ada di Jakarta,” kata sang jenderal masgul.

Secara tersirat cerita itu menunjukkan betapa mereka mulai kecewa terhadap . Terutama karena terus melakukan manuver politik. Sehingga cenderung “mengganggu” konsentrasi pemerintahan yang ingin merealisasikan janji-janji kampanyenya. Apalagi banyak sekali “peninggalan proyek ” yang mau tak mau menjadi “residu politik” bagi . Residu politik itu menjadi beban berat bagi . Diantaranya IKN, PSN PIK 2 dan banyak lagi.

Celakanya - seperti umumnya proyek-proyek mercusuar – peninggalan itu banyak bertentangan dengan aspirasi dan kepentingan rakyat secara umum. Otomatis sangat berpengaruh terhadap legitimasi dan kredilitas pemerintahan . Artinya, jika membela dalam kasus OCCRP, maka publik akan menganggap bahwa pemerintahan tak ada bedanya dengan pemerintahan yang oleh OCCRP dimasukkan sebagai finallis presiden terkorup dan terlibat kejahatan terorganisasi.

Apalagi banyak sekali melontarkan retorika politik ke publik terkait pemberantasan korupsi. Salah satu pidatonya yang menghebohkan berjanji akan mengejar koruptor sampai Antartika. Tak aneh jika banyak kritik ketika Prabawo mewacanakan pengampunan koruptor secara diam-diam.

Kini stempel tokoh terkorup dan bayang-bayang kejahatan terorganisasi itu membuat lunglai. Memang, dan para pendukungnya mempertanyakan: apanya yang dikorupsi.

Tapi jangan lupa OCCRP adalah lembaga internasional yang kredibitasnya diakui berbagai negara. Otomatis OCCRP tak sembarangan menganugrahkan gelar pada tokoh dari berbagai negara.

Yang dicatat OCCRP – berdasar penilaian juri dan para jurnalis investigasi – bahwa dipandang sebagai presiden yang melemahkan KPK dan melanggar konstitusi terkait diloloskannya Gibran sebagai calon wakil presiden. Itu masuk bagian dari kejahatan terorganisasi.

Yang juga menarik, perubahan drastis dukungan terhadap juga terjadi di kalangan . Para besar – seperti hasil analisis Drone Emprit – sudah tak mendukung . Buzzer- yang viewernya besar justru pro OCCRP. hanya dibela - kecil yang baru muncul yang nota bene viewernya juga kecil.

Perubahan drastis dan besar dukungan itu seyogyanya menyadarkan . Termasuk ambisi politik ingin menjadikan Gibran sebagai capres 2029. Apalagi kapasitas Gibran sangat tak memadai. Lihat saja dalam tiga bulan menjabat wapres (-Gibran dilantik 20 Oktober 2024). Ia menjadi bulan-bulanan publik. Bahkan pidato Gibran jadi tertawaan publik dan meme di media sosial.

Saat hadir pada acara Fatayat NU Gibran menyampaikan pidato yang membuat publik tertawa geli karena menyebut para kiai dengan diksi para-para kiai, para-para bu nyai. Padahal diksi “para” itu sudah menunjukkan jamak, orang banyak. Tak perlu diulang menjadi para-para.

Wallahua’lam bisshawab. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Presiden Jokowi Unboxing Sirkuit Mandalika, Ini Motor yang Dipakai':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO