Keganjilan Pagar Laut Misterius

Keganjilan Pagar Laut Misterius Inilah pagar laut misterius yang belakangan menghebohkan masyarakat secara nasional. Pagar itu terbuat dari bambu di Kampung Kohot, Desa Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Kamis (9/1/2025). Foto: Kompas

Sementara anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi proyek strategis nasional (), yang kurang berguna untuk masyarakat. “Kita sambut baik ya, ketika Presiden akan melakukan evaluasi. Karena memang tugas pemerintah adalah melakukan pemantuan dan evaluasi. DPR juga sama, tugasnya juga melakukan pemantuan dan kemudian mengevaluasi,” kata Firman dikutip Inilah.com, Jakarta, Jumat (10/1/2025). 

Firman tak memungkiri bahwa merupakan keniscayaan yang memang harus dilakukan asal sesuai dengan aturan dan tahapan yang ada. Baik Ibu Kota Nusantara (IKN) maupun yang lainnya. “Proyek-proyek itu kan sebuah keniscayaan, kalau memang itu tidak melanggar aturan. Tetapi kalau melanggar aturan tentunya juga, harus kita sikapi kan,” tegasnya.

Politikus Partai Golkar itu mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemerintah, untuk menyegel proyek pemasangan pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Tangerang, Banten, diduga milik Agung Sedayu Group, pengembang PIK 2. 

“Sekarang ini kan sudah bagus, sudah ada tindakan pemerintah untuk mensegel yang di Tangerang. Nah, tinggal kita tunggu waktu aja nanti ( yang lain),” ujar Firman. Firman mengaku pihaknya belum bisa memastikan pasti kapan pemerintah akan segera membahasnya, alasannya masih masa reses.

Seperti diberitakan, pengembangan proyek strategis nasional () Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) garapan Agung Sedayu Grup milik Sugianto Kusuma alias Aguan akan dikaji ulang Presiden Prabowo Subianto. 

Hal itu disampaikan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. Ia menyebut Prabowo mempunyai empat kategori . Karena itu, pemerintah akan mengkaji apakah pengembangan PIK 2 masuk ke pengelompokan tersebut. 

"Kami akan mengkaji (status PIK 2). Kajian kami adalah tentunya mengacu pada yang menjadi betul-betul fokus concern-nya Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," ungkap Nusron dalam Media Gathering di Kantor ATR/BPN, Jakarta Selatan, Kamis (28/11). 

Kategori pertama di era Prabowo adalah yang mendukung target swasembada pangan. Kedua, proyek strategis nasional yang mendukung swasembada energi. Sedangkan yang nomor tiga adalah penopang hilirisasi. 

Keempat, Nusron menegaskan prioritas Presiden Prabowo adalah proyek giant sea wall untuk mengamankan Jakarta dan Pulau Jawa.

"Nah, apakah ini (proyek PIK 2) bisa dimasukkan (ke empat) kategori itu atau tidak? Kami sedang mengkaji. Kapan selesainya? Ya, nanti kita lihat. Namanya baru dikaji, sudah ditanya kapan (selesai)," tuturnya. 

"Tapi ingat ya, yang menjadi itu bukan semua PIK 2. Yang menjadi itu hanya 1.700 (1.755 hektare). Bukan kawasan perumahannya, tapi yang khusus untuk pariwisata, coastland. Jadi kayak wisata pantai itu, tropical coastland," jelas Nusron dikutip CNN. 

Nusron menegaskan bukan tugasnya untuk menentukan nasib PIK 2 ke depan. Ia hanya akan mengurus masalah lahan di proyek tersebut. Keputusan terkait status bakal ditetapkan lebih lanjut oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO