Khofifah saat meninjau salah satu peternakan di Pasuruan. (ist)
Kasus PMK yang paling tinggi sempat terjadi di Jember, namun saat ini mulai menurun. Selanjutnya di Tuban sempat tinggi, tapi saat ini juga mulai menurun. Namun, hal ini harus diperhatikan dan bersama kita ambil langkah-langkah preventif dan kuratifnya.
“Kita bersyukur alhamdulillah, bahwa di peternakan sini aman seperti yang Pak Haji Munir sampaikan, sementara jangan mengambil ternak baru dari luar dan ternak yang di sini dilakukan vaksinasi supaya tidak mudah tertular,” tegas Khofifah.
Hal ini penting karena bulan-bulan ini menjadi waktu penting bagi peternak karena dalam waktu dekat akan datang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, dimana para pelaku usaha hewan ternak akan mulai mencari atau menyiapkan ternak untuk Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
“Nah oleh sebab itu, di musim seperti ini jika biasanya ada yang mengambil peranakan untuk penggemukan lalu belilah pedhet dari pasar hewan, ternyata yang dibeli itu terpapar PMK misalnya, nanti kalau menulari yang lain justru malah berbahaya. Maka kembali kami tekankan pasar hewannya yang harus diproteksi,” pungkas Khofifah.
Di sisi lain, saat meninjau vaksinasi milik H Misbahul Munir ini, Khofifah memuji sistem peternakan yang masih menggunakan sistem gembala. Dimana hewan ternak dibiarkan menggembala di tengah rerumputan yang luas untuk mencari makan. Selain itu, baik rumput maupun kandang yang disediakan untuk hewan ternak juga sangat terjaga kualitasnya.
Dalam peninjauannya, Khofifah didampingi Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis dan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Indyah Aryani.
Pj Bupati Pasuruan menerangkan, saat ini sejumlah pasar hewan di Kab Pasuruan masih boleh beroperasi. Namun dengan catatan semua pemilik ternak wajib menjaga dan memastikan hewan ternak yang diperjual belikan dalam keadaan sehat.
"Kalau obat-obatan, kami sudah mengirimkan ke semua peternak. Secepat mungkin kalau ada keluhan sakit yang mengarah suspek PMK, segera lapor ke desa, kecamatan atau Dinas Peternakan," pintanya. (dev/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




