FGD yang digelar Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan Prodi Administrasi Publik.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar FGD series 3, Rabu (18/12/2024).
Agenda yang dipimpin Nanang Haromain, juru bicara tim pemenangan Subandi-Mimik itu membahas masa depan Sidoarjo, dengan fokus pada prospek dan implementasi 14 program kebaikan yang diusung pasangan pemenang pesta demokrasi.
BACA JUGA:
- Prodi AP Umsida Luncurkan Laboratorium Mini Desa dan Layanan Advokasi 'Gardu Publik'
- Desa Suko Gencarkan Pemilahan Sampah, PKK Jadi Motor Gerakan Lingkungan dan Ekonomi
- Pembelajaran Daring di Sidoarjo Masuki Hari Ketiga, Guru dan Siswa Inginkan KBM Tatap Muka
- Forum Wartawan Sidoarjo Gelar Diskusi Polemik Bendera One Piece Prespektif Hukum dan Sosial
Hendra sukmana selaku Sekprodi AP Umsida membuka diskusi dengan menyampaikan tentang kegiatan yang dilakukan oleh tim juru bicara pasangan Subandi dan Mimik dalam Pilkada Sidoarjo. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Nanang, salah satu juru bicara untuk pasangan tersebut, sebelum melanjutkan ke sambutan Bu Ilmi.
Ilmi Usrotin Choiriyah, sebagai Kepala Program Studi Administrasi Publik, memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyatakan:
"Pada selamat bergabung pada FGD jilid ketiga ini, kita sering melihat kehadiran Pak Nanang, yang telah mengundang kita sebanyak tiga kali. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi forum diskusi yang bermanfaat bagi kita semua. Mari kita ambil ilmu dari beliau sebagai tim sukses pasangan nomor satu berhasil meraih kemenangan," paparnya.
"14 Program BAIK itu terbentuk oleh banyak stakeholder dan sinergi yang bersinambungan. Program besar tetap jalan. Kita berharap grand desain 25 tahun sudah terbentuk, kita menjadi sejajar dengan Surabaya," timpal juru bicara tim pemenangan Subandi-Mimik, Nanang Haromain.
"Selain itu, mentality juga harus bisa dibangun dengan kearifan lokal. Normalisasi sungai perlu ditingkatkan agar kesadaran masyarakat semakin tinggi dalam membangun Sidoarjo untuk menangani banjir ke depan. Selanjutnya, infrastruktur tidak menjadi poin utama dan lebih memfokuskan pada hal-hal lain," imbuhnya
Ia mengungkapkan rencana untuk membangun rumah budaya di setiap kecamatan sebagai upaya untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat Sidoarjo. Nanang juga menekankan pentingnya perizinan yang lebih mudah melalui sistem SIPRAJA, yang akan terintegrasi dan dapat diakses melalui ponsel, sehingga diharapkan masyarakat akan lebih mudah dalam mengurus pelayanan publik secara efisien.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




