Khofifah saat menyapa warga terdampak banjir di Pasuruan.
Di lokasi banjir di Kecamatan Rejoso ini, Khofifah berdialog langsung dengan warga terdampak. Banyak warga yang mengeluhkan adanya banjir tahunan ini. Pasalnya banjir selalu datang setiap musim hujan. Bahkan setahun bisa banjir sampai dua kali.
Terkait hal tersebut, ia menegaskan bahwa pihaknya berupaya untuk mencari solusi baik jangka pendek dan jangka panjang. Agar banjir tidak terjadi berulang dan menjadi bencana tahunan di Pasuruan.
“Kalau untuk solusi jangka pendek saya tadi berkoordinasi dengan Pj Bupati Pasuruan, kami meminta agar beliau berkomunikasi dengan Kadis SDA Jatim. Salah satu opsi yang bisa diambil adalah dengan teknik memompa,” ujarnya.
“Karena ini kan genangan, jadi harus segera dipompa. Sekarang kita lihat posisi permukaan Sungai Rejoso sudah rendah kapasitasnya, jadi malam ini bisa dicicil untuk mulai memompa dan besok pagi ditambah lagi pompanya sesuai dengan kapasitas tampung sungai,” imbuhnya.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, Khofifah mengatakan butuh adanya pemetaan yang lebih komprehensif. Khususnya terkait pendangkalan di Sungai Rejoso. Selain itu dikatakan Khofifah juga ada beberapa titik yang menjadi penyebab utama banjir.
“Sehingga harus dilakukan exercise bersama antara Pemkab Pasuruan dan juga Pemprov Jatim,” pungkas Khofifah.
Di Desa Rejosolor, Kecamatan Rejoso total ada 6 dusun terdampak banjir, yakni Penambangan sebanyak 131 KK, Lirboyo sebanyak 235 KK, Kedungbendo sebanyak 212 KK, Palembon sebanyak 148 KK, Sidowayah sebanyak 400 KK, dan Kasuran sebanyak 260 KK. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




