Pemkab Blitar bersama DPRD Kabupaten Blitar melakukan kunjungan di Blitar selatan. Foto: tri susanto/BANGSAONLINE
“Selama musim kemarau, kami akan siapkan kebutuhan air bersih sesuai dengan kapasitas dan kemampuan angkut kami, namun kami juga berharap kepada masyarakat untuk menggunakan kebutuhan air bersih secukupnya sebagai efisiensi di Blitar Selatan khususnya,” jelasnya.
Bahkan pihaknya juga meminta pada Kepala Desa lain yang wilayahnya mengalami kekeringan untuk segera melaporkan kepada Bupati Blitar dengan tembusan kepada BPBD Kabupaten Blitar. “Sehingga kami akan segera menidaklanjutinya dengan memeriksa daerah tersebut,” terangnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Masykur, berharap kebutuhan air bersih yang menjadikan kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kekeringan jangan sampai mengalami kendala. Untuk itu pihaknya juga meminta Pemkab melakukan rolling jika perlu untuk melakukan droping air bersih jika armada mengalami keterbatasan.
“Jangan sampai ada salah satu Desa melimpah air bersihnya, sementara Desa yang lain mengalami kekurangan. Sehingga jika perlu digilir jika mengalami keterbatasan armada. Namun kami berharap persoalan kekeringan ini bisa segera teratasi,” kata Masykur yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar.
Sementara perlu diketahui sebelumnya pada awal Agustus lalu data yang masuk BPBD Kabupaten Blitar ada 2 Desa di Empat Kecamatan yang mengalami kekeringan meliputi Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Wontirto, Kecamatan Binangun dan Kecamatan Wates. Namun saat ini sudah mencapai 17 Desa dari 6 Kecamatan se-Kabupaten Blitar.
Wilayah Kabupaten Blitar yang rawan kekeringan adalah di selatan. Daerah ini merupakan daerah pegunungan. Sementara untuk wilayah Blitar utara kondisinya relative aman dari kekeringan. Wilayah utara adalah daerah pertanian yang subur. Berbagai produk pertanian di hasilkan di Blitar bagian utara. (tri/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




