Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri nomor urut 2, Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono (Fren), bersama tim sukses dan simpatisannya sebelum berangkat Gowes. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Hal senada disampaikan oleh Regina Nadya Suwono. Menurutnya, kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.
"Kita fair, tolong masyarakat untuk bisa mengawal suaranya setelah coblosan, itu yang terpenting. Masyarakat juga harus mengawal suaranya di TPS dan perlu melihat penghitungan (surat suara) dengan jeli, jangan ada kecurangan-kecurangan yang TSM (terstruktur, sistematis, dan masif)," ucap Regina.
Sebelumnya, dalam debat publik terakhir tanggal 20 November lalu, Bunda Fey menyebut salah satu isu yang sangat penting saat ini adalah pembangunan manusia berbasis kebudayaan dan kearifan lokal, pemberdayaan ekonomi kreatif, tata kelola pemerintah yang baik untuk menuju Indonesia emas 2045.
Bunda Fey pun mengajak warga Kota Kediri sedikit melongok ke belakang melihat torehan prestasi untuk kemudian bisa menjadi penyemangat untuk masa yang akan datang.
Ia menyampaikan, Kota Kediri secara berturut-turut mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Survei integritas KPK tahun 2023, Kota Kediri juga mendapat peringkat tertinggi se-Indonesia untuk kategori kota sedang. Sementara indeks kepuasan pelayanan publik, kategori tinggi.
"Selama saya bermitra dengan pemerintah sebagai Ketua Dekranasda Kota Kediri, kami banyak berkerja sama dengan teman-teman pengrajin lokal di Kelurahan Banda Kidul, yang kemudian kami mengangkat tenun ikat Kediri yang pada akhirnya kami bisa bekerja sama dan tenun ikat Bandar Kidul bisa tampil pada ajang Vietnam Aquamarine Fashion Festival sebanyak dua kali. Ini adalah langkah konkret, bagaimana bisa mengangkat ekonomi kreatif," ucapnya. (uji/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




