DARI KIRI: Pj Gubernur Jatim Adhi Karyono, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, dan Pangdam V/Brawijaya Jawa Timur Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A acara silaturahim dan doa bersama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur Jalan Ahmad Yani 116 Surabaya, Selasa (19/11/2024). Foto: MMA/bangsaonline
Kemudian diisi ceramah kebangsaan oleh KH Anwar Iskandar dan mauidzoh hasanah oleh Prof. Dr. KH Ali Maschan Moesa.
Sedangkan acara doa lintas agama dipimpin oleh KH Jazuli Nur untuk Islam, Pendeta Natael Hermawan untuk Kristen, Rd Yosef Eko Budi Susilo untuk Katolik, I Gusti Putu Raka Arthama untuk Hindu, Pdt Mdy Lo Ferdy Hendry Loyalty untuk Buddha, dan Ongky Setio Kuncono untuk Konghucu.
Kapolri mengungkapkan, doa lintas agama yang digelar merupakan bagian dari strategi cooling system dalam mendukung Operasi Mantap Praja. “Ini semua adalah bagian dari ikhtiar untuk memastikan rangkaian pengamanan pilkada berjalan aman dan lancar,” katanya.
Jenderal bintang empat itu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, terutama selama Pilkada berlangusn. “Kita harus terus mendorong semangat persatuan agar pemilu berjalan aman, damai, dan menjadi prasyarat untuk melanjutkan pembangunan ekonomi serta kesejahteraan bangsa,” kata Kapolri.
Kapolri dan Panglima TNI juga meninjau command center Polda Jatim. Dua pucuk pimpinan Polri dan TNI itu menerima laporan terkait persiapan Operasi Mantap Praja Semeru 2024, yang menjadi langkah utama dalam memastikan kelancaran Pilkada di Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




