Pedagang PGS Garansi Tak Pilih yang Lain demi Khofifah di Pilgub Jatim 2024

Pedagang PGS Garansi Tak Pilih yang Lain demi Khofifah di Pilgub Jatim 2024 Khofifah saat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di PGS. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE

Di sisi lain, dalam wawancara dengan media, menegaskan bahwa adalah salah satu kekuatan Jawa Timur. Dimana pusat perbelanjaan ini bukan hanya jujugan para pedagang dari dalam provinsi Jawa Timur saja, namun juga pedagang dari kalangan wi layah Indonesia Timur.

“Ini adalah tempat pedagang dari berbagai daerah kulakan barang untuk kemudian dijual kembali ke toko-toko mereka masing-masing. ini kekuatan Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang transaksinya sangat besar,” tegas .

Meski begitu, dari kunjungannya di sini, tak sedikit pula pedagang yang mengeluhkan kondisi sepi atau pembeli yang tidak seramai biasanya. Terutama seiring dengan maraknya pasar online dan mall di media digital.

Menanggapi hal itu, berkomitmen untuk membantu pedagang agar bisa survive di tengah gempuran pasar online. 

menyebut ke depan setiap pasar termasuk harus disentuh dengan pelatihan oleh para ahli dalam hal marketing online. Bahkan menurutnya perguruan tinggi juga bisa untuk ambil peran.

“Jadi ini keluhan yang sama yang selalu saya terima ketika blusukan ke pasar. Ada yang mengeluh sepi karena maraknya masyarakat yang memilih belanja online. Nah solusinya harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya pemerintah, tapi kampus, private sector dan lainnya juga bisa ambil peran,” tegas .

“Misalnya kita minta Universitas Ciputra menjadi mentor , saya rasa mereka akan membantu dengan suka cita, pendampingan atau KKN di sini nanti dibikinkan aplikasi, UBAYA menjadi mentor di pasar tradisional mana, UNAIR, ITS, UNESA , BUMN, swasta dan sebagainya" ucap .

Nantinya aplikasi itu dapat diakses oleh para pedagang maupun pembeli dari seluruh daerah bahkan bisa saja lintas negara. Karena kalau sudah memiliki katalog-katalog online, marketnya akan tanpa batas dan bisa go global.

"Maka sudah saatnya kita bisa melakukan pemetaan berapa banyak perguruan tinggi yang mau jadi mentor, berapa banyak private sector yang mau jadi mentor, berapa banyak kelompok-kelompok anak muda yang luar biasa mereka bisa menjadi mentor dengan segmen titik tertentu," pungkasnya.(dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO