Suasana di waktu malam Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, yang terletak di belakang Situs Ndalem Pojok. (Ist)
Salah satu calon guru pengajar, Erni Nengtyas, menambahkan, bukan hanya harus bersih dari niatnya tapi juga harus bersih sumber dananya.
“Mendidik karakter kebangsaan itu tidak mudah, harus benar-benar suci, bersih. Termasuk biaya pembangunan harus dana yang halal tidak boleh uang hasil korupsi, misalnya, nanti tidak barokah,”ujar Erni Nengtyas.
Sedangkan, Kushartono, Ketua Bidang Pendidikan Pesantren Jatidiri Bangsa, menegaskan, apabila kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara ini tumbuh maka diharapkan korupsi negeri ini bisa dibersihkan.
“Jika kesadaran berbangsa dan bernegara sudah membumi, tandanya jika dia pejabat maka dia tidak akan berkhianat, tidak akan korupsi. Kan korupsi ini yang menjadi penghalang utama pembangunan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Memang mustahil ingin menghapus korupsi dengan pesantren yang dibangun dengan dana korupsi,”kata Kushartono, Kamis (7/11/2024).
Inilah mengapa, lanjut Kushartono, biaya pembangunan pesantren ini benar-benar gotong royong, orang-orang yang sadar dan cinta tanah air, lintas agama. Atas Berkat Rochmat Alloh biaya lebih dari 2 milyar.
“Karena pendidikan ini tidak bisnis maka bagi calon santri yang tidak mampu, ya gratis,” pungkas pria yang juga Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri ini. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




