Menurut dia, selama kampanye para paslon harusnya menyampaikan program dan gagasan bagaimana nantinya masyarakat Kota Malang bisa menentukan pemimpin yang dikehendakinya.
“Tetapi apa yang dilakukan saat ini, mereka sudah memperlihatkan karakter aslinya, ABADI dihujat, ABADI difitnah, dan sekarang semua APK ABADI disobek,” ucap Abah Anton.
“Apakah itu karakter seorang pemimpin? Untuk itulah, saya minta untuk tim pemenangan, bahwa kita tetap santun dalam berpolitik,” tegas Abah Anton.
Bahkan Anton merasa heran, lantaran akhir-akhir ini hujatan dan fitnah semakin banyak. Ia menilai hal itu merupakan upaya merebut kekuasaan dan jabatan dengan menghalalkan segala cara.
“Padahal saya dan Abah Dimyati tidak terpengaruh apa-apa. Saya tenang-tenang saja. Saya dan Abah Dimyati tidak mencari penggawean (pekerjaan). Kalau dihitung, gaji wali kota dan pendapatan kami berdua tidak ada apa apanya,” ungkap Abah Anton.
"Saya, Abah Anton dan Dimyati warga asli Arema (arek Malang) akan mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Malang. Saya meminta pada Abah Dimyati untuk mengabdi membangun, mensejahterakan dan memajukan Kota Malang, ibarat bus trayek ke kecekel de e, tapi penumpang e onok dek Abadi (tidak apa apa trayeknya dipegang mereka, tapi penumpangnya ada di Abadi),” pungkas Abah Anton. (dad/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




