Kalaksa BPBD Jatim saat droping air bersih di Trenggalek.
Sementara itu, Kades Sumberejo, Nur Hamim, berterima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan BPBD Jatim. Ia pun berharap, adanya upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekeringan di desanya.
"Kami bersama warga juga berharap bisa melakukan reboisasi dengan bantuan bibit tanaman dari pemerintah," sebutnya.

Usai melakukan droping air bersih, Kalaksa BPBD Jatim bersama rombongan lalu meninjau jembatan di Desa Tawing Kecamatan Munjungan yang putus akibat luapan banjir. Saat ini, kondisi jembatan dengan lebar 3 meter, panjang 36 meter dan tinggi 3,5 meter ini tidak bisa difungsikan untuk lalu lintas warga.
Sebagai konsekuensinya, masyarakat harus berputar sejauh 5 km dengan akses jalan yang lebih sempit. Kepala Bakorwil I Madiun, Heru Wahono, memastikan jembatan yang putus ini akan dilaporkan kondisinya kepada Pj Gubernur Jatim untuk segera dilakukan perbaikan.
Perbaikan ini dirasa penting, karena jembatan ini juga menjadi jembatan ekonomi bagi warga sekitar, baik untuk mengangkut hasil laut, maupun hasil pertanian. Kades Tawing Krinowo mengisahkan, ambrolnya jembatan ini juga menimpa pengguna motor, hingga bangkai kendaraannya masih berada di dasar sungai.
"Untungnya pengguna kendaraan ini masih bisa selamat. Kami sangat berharap, agar jembatan ini bisa segera diperbaiki. Karena jembatan ini adalah jembatan ekonomi bagiwarga," ujarnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




