Para WBP Lapas Kediri saat praktik memotong rambut. Foto: Ist
Mereka (WPB) diajarkan teknik pemotongan rambut yang trendi, penggunaan alat-alat cukur yang aman, serta tips menjaga higienitas dalam menjalankan profesi tersebut. Dengan keterampilan ini, lanjut Urip lagi, diharapkan WBP dapat lebih percaya diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan masa hukuman.
Masih menurut Urip, bahwa program PKBM ini sejalan dengan tujuan pembinaan lapas yang tak hanya fokus pada pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga kemampuan individu. Pembinaan keterampilan individual menjadi bagian penting agar para WBP memiliki bekal yang bermanfaat di kemudian hari.
"Hal ini akan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan masyarakat serta memberikan kontribusi positif,"ujarnya.
Urip juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Diharapkan, keterampilan cukur rambut yang dipelajari WBP dapat menjadi modal berharga untuk mereka saat kembali ke masyarakat.
"Kami berharap keterampilan ini mampu menjadi jembatan bagi para WBP dalam meraih kehidupan yang lebih baik di luar lapas dan menjadi individu yang mandiri serta produktif," ujarnya.
Ditambahkan Urip, bahwa kegiatan ini sesuai arahan Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono, bahwa selain mendukung rehabilitasi WBP, kegiatan ini juga mendukung penurunan angka residivisme dengan memberi peluang usaha yang realistis dan terjangkau. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




