Pj Gubernur Jatim saat memberi sambutan.
"Secara umum, jumlah PAD dan total aset BLUD Bidang Kesehatan selama 5 tahun terakhir nilainya fluktuatif namun cenderung meningkat. Hal ini diikuti dengan peningkatan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat," jelasnya.
"Tumpuan kita saat ini berada di BUMD dan BLUD untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.
Pihaknya memandang peran dari BPKP sangat vital untuk membantu Pemprov Jatim mengevaluasi kinerja dari BUMD maupun BLUD Kesehatan sehingga optimalisasi pendapatan perlu untuk ditingkatkan.
"Total PAD kita ada Rp470 milliar. Idealnya BUMD di luar perbankan bisa menghasilkan 6-10 persen keuntungan," harapnya.
Pengembangan serta optimalisasi dari BUMD dan BLUD Kesehatan yang ada di Jatim merupakan salah satu tumpuan dari optimalisasi pendapatan asli daerah. Salah satunya lewat optimalisasi tata kelola BUMD.

Adhy menyadari tidak semuanya BUMD di Jatim memberikan dampak sesuai target namun antar BUMD saling mendukung dan menguatkan.
Oleh karena itu, ditengah berkurangnya anggaran provinsi BUMD dan BLUD akan menjadi tumpuan untuk mendorong belanja pembangunan di Jatim agar berdampak kepada masyarakat
Di tempat yang sama, Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara Sally Salamah mengaku optimis melihat kinerja dari Pemprov Jatim dalam menggerakkan BUMD sangat luar biasa.
Bahkan, komitmen dari pemerintah daerah dalam tata kelola BUMD serta BLUD terus dilakukan sehingga mendukung PAD.
"BPKP akan terus membantu berdasarkan permintaan dari Bapak Pj. Gubernur yang akan mengevaluasi kinerja dari jajaran BUMD maupun BLUD," pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




