Komisioner Bawaslu Kota Kediri, Hartono, saat memberi sambutan. Foto: Ist
“Masyarakat harus ikut mengawasi semuanya, karena kalau ada pelanggaran-pelanggaran bisa melaporkan ke Bawaslu,” katanya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemkot Kediri, Tanto Witjohari, yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam materinya terkait Pengawasan Partisipatif Pada Pemilihan mengatakan, suksesnya penyelenggaraan Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Penyelenggara Pemilu, yaitu KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), tetapi menjadi tanggung jawab peserta pemilihan dan masyarakat.
"Partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan Pilkada bukan karena terikat dengan siapa-siapa tapi terikat dengan pribadi masing-masing dalam menjaga keseimbangan antara Paslon 1 dan 2 untuk Kota Kediri lebih aman dan nyaman," ungkapnya.
Tanto mengungkapkan bahwa ia menaruh harapan besar pada generasi muda di Kota Kediri, agar bisa berperan lebih aktif dari pada para orang tua dalam melakukan partisipatif pengawasan Pilkada 2024.
"Generasi muda kita adalah garda terdepan yang bisa membuat jalannya demokrasi kita lebih baik," sebutnya.
Terakhir Tanto berpesan pada peserta sosialisasi yang hadir agar ikut mengawasi dan mensukseskan Pilkada Serentak 2024, "Ayo sama-sama kita menekan golput. Pastikan jenengan sekalian berpartisipasi dalam Pilkada pada tanggal 27 November mendatang."
Selain Asisten Administrasi Umum Pemkot Kediri, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri Moch. Wahyudi, mantan Anggota KPU Kota Kediri sekaligus akademisi yang menyampaikan materi terkait Pencegahan Politik Uang dan Hari Tri Wasono CEO sebuah Media Online di Kediri, menyampaikan materi tentang Identifikasi Hoax Pilkada 2024. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




