Ilustrasi rute pendakian. Foto: Sulthon Neagara/BANGSAONLINE
BANGSAONLINE.com - Mendaki gunung menjadi olahraga yang cukup populer dilakukan saat ini.
Banyak manfaat yang didapat dari mendaki gunung. Mulai menjaga berat badan, memperbaiki suasana hati, memperkuat tulang, meningkatkan kualitas tidur, dan masih banyak manfaat lainnya.
BACA JUGA:
- Seorang Pendaki asal Jember Terjatuh saat Lakukan Pendakian di Gunung Saeng Bondowoso
- Cara Packing Carrier, Tak bikin Pegal dan Antibasah Saat Hujan
- Sering Dianggap Sama, ini Perbedaan Gunung dan Bukit yang Perlu Diketahui
- Gak Mau Capek Mendaki? Ini Daftar Gunung yang Bisa Dilalui Menggunakan Kendaraan
Ada dua kegiatan outodoor yang identik dengan gunung. Yakni hiking dan trekking.
Keduanya kerap dilakukan. Namun, ada perbedaan dari aktivitas tersebut yang belum dipahami sebagian orang. Apa saja? Simak perbedaanya.
1.Durasi
Yang pertama adalah perbedaan durasi. Hiking memiliki durasi yang lebih singkat dibanding trekking. Biasanya hiking hanya dilakukan dalam waktu beberapa hari saja atau bahkan kurang dari satu hari yang dalam bahasa sekarang disebut tektok.
Sedangkan trekking berlangsung lebih lama, bahkan bisa sampai satu bulan. Contoh hiking seperti di bukit, gunung yang tidak tinggi, dan cagar alam. Sedangkan trekking biasa dilakukan seperti di gunung Kerinci, Rinjani, dan sebagainya.
2. Jalur
Jalur hiking sudah ditandai dengan jelas oleh pengelola setempat, seperti jalur di hutan, bukit, dan gunung hingga menuju puncak.
Sedangkan jalur trekking bisa berubah-ubah dan tidak pasti, biasanya dilalui dari hutan menuju gunung, hingga ke pinggir pantai.
Dalam bahasa sekarang bisa disebut lintas alam. Maka trekking bisa membawa seseorang hingga ke tempat-tempat yang tidak semua orang bisa melaluinya bahkan berpotensi menemukan tempat indah yang tersembunyi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




