Kepala Dikbud Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo berbicara dalam rakor penanganan ATS di wilayahnya
Penyebab putus sekolah ada beberapa faktor. Mulai dari faktor orang tua yang dua duanya bekerja, broken home, pernikahan muda serta anak yang punya kecenderungan tidak taat.
Untuk mengetahui jumlah dan penyebab kasus ATS, Dikbud akan menyisir kelompok ini di bawah.
Menurutnya, tim di tingkat kelurahan akan melakukan pendataan dan selanjutnya menginput ke aplikasi ATS mengenai jumlah dan penyebab ATS.
Program ATS ini mulai diluncurkan tahun 2024. Diharapkan penanganan kasus ini akan mengatasi problem sosial di masa mendatang.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah memberikan bantuan pendidikan dan dukungan psikososial kepada anak putus sekolah dan keluarganya.
"Penanganan kasus ini dilihat kasus per kasus. Kalau misalnya kecanduan game, ya nanti kita libatkan psikolog dan kita arahkan agar mereka dapat kembali ke sekolah," pungkasnya. (yep/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




