Libatkan Psikolog Hingga Babin, Kasus ATS Jadi Konsen Dikbud Kota Mojokerto

Libatkan Psikolog Hingga Babin, Kasus ATS Jadi Konsen Dikbud Kota Mojokerto Kepala Dikbud Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo berbicara dalam rakor penanganan ATS di wilayahnya

KOTA MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan () membentuk team work untuk mengatasi (ATS). 

Sejauh ini, organisasi pemerintah yang menangani pendidikan dasar menengah tersebut masih belum bisa memastikan jumlah problem sosial ini karena pendataan yang baru berjalan.

Tim ini bakal melibatkan sejumlah pihak diantaranya dari unsur TNI, Polri, Bappeda, hingga kelurahan. juga mengikutsertakan psikolog untuk penanganan kasus ATS.

Selain itu, turut menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Majapahit, lembaga pendidikan non formal yang akan memfasilitasi penyetaraan pendidikan kejar paket A, B dan C.

"Saat ini kami konsen pada penanganan ATS. ATS merupakan salah satu kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat dengan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kemiskinan, pengangguran, dan berbagai masalah sosial lainnya," ujar Kepala , Ruby Hartoyo, Rabu (16/10/2024).

Sasaran program ATS meliputi 3 kategori, lanjutnya, yakni mereka yang belum pernah sekolah, anak drop out, dan anak lulus tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Mereka yang tidak mampu melanjutkan akan difasilitasi pemda agar bisa meneruskan pendidikannya," imbuhnya.

Lihat juga video 'Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha, Wali Kota Mojokerto Sidak Pasar Hewan dan Bahan Pangan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO