Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (paling kiri) dan Yandri Susanto, MPd (tengah) dan calon bupati Serang Hj Ratu Rachmatuzzakiyah, SPd, MM, di depan para pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se-Kabupaten Serang Banten di Pondok Pesantren Bei Mahdi Sholeh Ma’mun Serang, Jumat (27/9/2024) malam. Foto: MMA/bangsaonline
Ratu Zakiyah berbaur dengan para pengurus Pergunu Serang. Foto: MMA/bangsaonline
Menurut dia, jika presiden, gubernur dam bupatinya satu visi, terwujudnya cita-cita luhur kemerdekaan akan mudah terwujud.
Sebelumnya, Yandri Susanto menegaskan bahwa istinya, Ratu Zakiyah, menjadi calon bupati Serang tidak berorientasi kekuasaan, apalagi materi. Bahkan, tutur Yandri, uang puluhan miliard yang ia keluarkan untuk perjuangan sang istri dianggap sebagai infaq, tak diharapkan kembali.
Menurut Yandri, soal kekuasaan dan materi dirinya sudah lebih dari cukup. “Sekarang saya wakil ketua MPR RI, dan insyaaallah pada tanggal 21 nanti saya dilantik sebagai menteri,” tegasnya.
Karena itu secara tegas ia mengatakan, jika selama ini untuk menjadi camat saja di Serang harus mengeluarkan uang sogok sampai ratusan juta, maka pada pemerintahan Ratu Zakiyah kelak semua jabatan didasarkan pada kemampuan atau kapasitas dan integritas.
Di depan guru-guru NU itu Yandri juga minta tak usah meragukan ke-NU-an istri tercintanya.
“NU 24 karat,” katanya sembari mengatakan bahwa istrinya pengurus Muslimat NU.
Dalam acara itu Yandri juga mengungkap tentang tren elektabilitas Ratu Zakiyah. Menurut dia, tren elektabilitas sang istri semakin baik.
"Bahkan para kepala desa yang semula sudah deklarasi mendukung (pihak sebelah) sekarang berbalik arah mendukung Ratu Zakiyah-Najib," tegas Yandri Susanto.
Senada dengan sang suami, Ratu Zakiyah juga mengatakan bahwa dirinya tak pernah bermimpi menjadi calon bupati.
“Apalagi berambisi,” kata perempuan berjilbab yang dikenal sangat familiar dengan semua orang itu.
Ratu Zakiyah mengaku semata ingin mengabdi atau berkhidmat kepada masyarakat Serang.
Jiwa pengabdian atau pengkhidmatan Ratu Zakiyah itu tumbuh secara alamiah sejak ia aktif sebagai pengurus IPPNU. Yaitu Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.
“Kemudian Fatayat dua periode. Kemudian Muslimat NU,” ujar Ratu Zakiyah yang salah satu putranya dipondokkan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur.
Yang menarik, Sang Ratu sudah paham tentang plus-minus Serang yang memiliki populasi penduduk sekitar 1,682 juta jiwa itu. Diantaranya ia menyebut problem sampah atau sanitasi yang sampai sekarang belum bisa dipecahkan oleh Pemkab Serang.
“Jadi saya maju (calon buapti) bukan untuk materi, apalagi untuk memperkaya diri karena soal materi kami sudah lebih dari cukup,” kata Ratu Zakiyah. (MMA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




