Penandatanganan deklarasi Dai Kamtibmas yang di Kota Madiun.
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Sebagai bentuk kegiatan untuk mencegah timbulnya isu sara saat menjelang Pilkada 2024, Polres Madiun Kota mengadakan Focus Group Discussion (FGD), Rabu (21/8/2024).
Mengambil Tema 'Mitigasi Da'i Kamtibmas dalam Pesta Politik yang Aman dan Nyaman tanpa SARA' diharapkan terciptanya situasi yang aman dan kondusif saat pesta demokrasi November mendatang. Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakapolres Madiun Kota, Kompol Hery Dian.
BACA JUGA:
- Polres Madiun Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Mobil dan Motor Dikembalikan ke Pemilik
- Polres Madiun Kota Beri Penghargaan Personel Berprestasi dan Juara Lomba Konten Kreatif
- Meledak! Sepanjang 2025 Tren Narkoba Jenis Oker di Kota Madiun Naik hingga 3.884 Persen
- Polres Madiun Kota Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar Selama Operasi Lilin Semeru 2025
"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri untuk melibatkan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Pemilukada 2024," ucapnya.
Ia pun juga berharap para Da'i bisa menjadi agen yang dapat mencegah adanya konflik serta pemersatu masyarakat.
"Para Da'i Kamtibmas diharapkan dapat menjadi agen pemersatu dan penyejuk di tengah masyarakat, serta mencegah potensi konflik dan provokasi yang dapat memicu kerusuhan," imbuhnya.
Narasumber dari berbagai instansi memberikan paparan dan diskusi mengenai potensi kerawanan dan strategi mitigasi dalam menghadapi pesta politik. Sehingga para Da'i Kamtibmas diharapkan dapat memahami dan menerapkan strategi yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesan damai dan toleransi kepada masyarakat.
Dengan sinergi antara Polri dan tokoh agama, diharapkan Pemilu 2024 di wilayah hukum Polres Madiun Kota dapat berjalan dengan aman, damai, dan demokratis. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan penandatanganan dan Deklarasi Dai Kamtibmas Demi Suksesnya Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) di Wilayah Hukum Polres Madiun Kota. (dro/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




