Mantan Rektor Unair periode 2001-2006, dr Puruhito, Kamis (4/7/2024). Foto: Mohammad Sulthon Neagara/BANGSAONLINE.com.
"Saya mantan rektor, administrator, tahu prosedur itu yang sampai sekarang tidak diberlakukan. Pada pemecatan penghentian Prof Bus ini itu yang kami sesalkan," tambahnya.
Sebelumnya, diketahui mahasiswa, dokter, pengajar, alumni, hingga guru besar, sudah memenuhi halaman Kampus A, FK Unair, Kamis (4/7/2024) sejak pukul 13.00 WIB.
Koordinator Aksi Yan Efrata Sembiring mengatakan, pemberhentian Budi merupakan tindakan yang melanggar konstitusi. Sebab, pernyataan penolakan dokter asing merupakan hak asasi manusia.
“Pemberhentian Prof Budi dari jabatannya sebagai Dekan FK Unair, karena pendapat yang disampaikan dan dijamin oleh konstitusi adalah bentuk pelanggaran konstitusi," kata Yan, saat berorasi.
Para demonstran di Unair meminta, agar Prof. M. Nasih mengembalikan jabatan yang sudah di emban Budi sejak 2020 itu.
“Kita berkumpul, untuk menolak dan menuntut, pertama menolak pemberhentian Budi Santoso sebagai Dekan FK Unair. Kedua, menuntut Pimpinan Unair untuk mengembalikan jabatan Prof Budi,” ucapnya. (msn/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




