Prof Dr Nadirsyah Hosen (Gus Nadir). Foto: screenshot youtube
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Prof Dr Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menilai PBNU makin parah keterlibatannya dalam politik praktis. Bukan politik kebangsaan. Mantan Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia-New Zealand itu sangat menyayangkan, karena PBNU ke publik beretorika netral, tapi dalam praktiknya menggerakkan struktur organisasi NU secara masif untuk mendukung calon presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka.
“Nah, ternyata belakangan ini (PBNU) makin parah,” tegas Prof Dr Nadirsyah Hosen yang akrab dipanggil Gus Nadir dalam wawancara dengan Puthut EA yang videonya kini beredar luas.
BACA JUGA:
- Kiai Asep dan Kebutuhan Eksistensial NU Masa Depan
- Konflik PBNU Krusial, Kiai Imam Jazuli: Kiai Asep Harus Bertanggungjawab
- Rais Aam Minta Gus Yahya Tak Tersinggung, PBNU Masih Dipegang Pj Ketum Kiai Zulfa Mustofa
- Cari Solusi, Mustasyar PBNU Bakal Silaturahim dengan Rais Aam di Pesantren Tebuireng Sabtu
Gus Nadir memberi contoh langkah politik PBNU mengumpulkan Rais-Ketua PWNU dan Rais-Ketua PCNU seluruh Indonesia di Hotel Bumi di kawasan Jalan Raden Rakhmat Surabaya belum lama berselang. Pertemuan mobilisasi dukungan itu dihadiri langsung Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) beserta pengurus harian PBNU yang lain.
“Kiai Miftachul Akhyar hadir, Gus Yahya juga hadir. Lengkap,” kata Gus Nadir, putra KH Ibrahim Hosen, ulama ahli fiqh yang pernah menjadi Ketua MUI Komisi Fatwa.
“Retorika di luar adalah netral. Tapi ternyata lain di mulut, lain di pertemuan itu,” kata Gus Nadir yang aktif menjadi pengajar di Universitas Monash Australia dan menulis banyak buku, termasuk buku-buku fiqh.
Dalam pertemuan itu, tutur Gus Nadir, ada dawuh atau instruksi untuk mendukung calon 02.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




