Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.
"Hari ini Allah mengumpulkan kita semua dalam Tabligh Akbar ini. Dan ini menjadi bagian dari Muhasabah akhir Tahun 2023.
Sekaligus apresiasi bagi para ibu yang perannya luar biasa. InsyaAllah setiap perjalanan Muslimat NU memberikan penguatan, membangun kehidupan kedamaian, kehidupan yang penuh silaturahim dan memberikan keberseimbangan antara habluminallah dan habluminnannas," katanya.
"Untuk itu, kenapa kita semua ber-muslimat salah satu referensinya adalah ayat yang artinya, Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Dimana orang yang bertakwa akan masuk surganya Allah secara berombongan," tegasnya.
"Warga Muslimat NU mau masuk surga mau ikut rombongannya siapa? Tentunya pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari. Beliau Hadratussyaikh juga pernah menyampaikan siapa yang mau berjuang di NU maka dia dan keluarganya akan saya akui sebagai santriku," imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kaltara Dr. Bustan mewakili Gubernur Kaltara mengapresiasi pelaksanaan Tabligh Akbar memperingati Hari Ibu ke-95 yang diaelenggarakan PC Muslimat NU Kota Tarakan.
Menurutnya, tema yang diangkat yakni 'Muslimat NU Berkhidmat untuk NKRI Dalam Mengawal Moderasi' sangat penting. Bahwa moderasi penting untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama. Apalagi Indonesia dan Provinsi Kaltara sebagai sebuah daerah majemuk yang terdiri dari berbagai ras, suku, dan agama.
"Moderasi beragama penting pasalnya manusia memiliki kecenderungan bias kognitif seperti ego sentrik. Untuk itu Tabligh Akbar ini penting untuk mengingatkan dan meningkatkan ketaqwaan," katanya.
"Semoga dari Tabligh Akbar ini kita mendapat keberkahan dari Allah SWT. Terimakasih Muslimat NU semoga bisa memberikan sumbangsih pada persoalan sosial kemasyarakatan terutama terkait kaum perempuan," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Tarakan Siti Laela Al Khafidzah mengatakan Muslimat NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang sangat potensial, baik sebagai obyek dan subyek di tengah kehidupan masyarakat khsusunya di Kota Tarakan.
"Sebagai Muslimat NU kami selalu tawadu' kepada masyayikh, kyai, pimpinan sesuai prinsip dalam Ahlussunah wal Jamaah. Kami baik PC, PAC maupun Ranting Muslimat NU se-Kota Tarakan juga selalu menyelenggarakan ziarah, yasinan dan hampir setiap hari mengumandangkan sholawat di Kota Tarakan," katanya.
"Tiada hari tanpa lantunan sholawat. Semoga ini membawa keberkahan bagi kota Tarakan dan Kota Tarakan selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga Bu Khofifah juga diberikan kemudahan dan kelancaran," pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




