Gubernur Khofifah saat memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2023.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menekankan bahwa pembangunan di Jawa Timur telah menuju inklusivitas. Hal tersebut dilakukan dengan berbagai program yang berfokus pada inklusi sosial ekonomi untuk para penyandang disabilitas.
Pembangunan inklusivitas ini sejalan dengan tema Hari Disabilitas Internasional tahun ini, yaitu 'United in Action to Rescue and Achieve the SDGs for, with and by Persons with Disabilities' (bersatu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk, dengan dan oleh penyandang disabilitas).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
"Pembangunan di Jawa Timur telah menuju inklusivitas. Ini kami lakukan salah satunya dengan pembangunan dan renovasi infrastruktur yang menyediakan fasilitas ramah disabilitas, seperti tempat-tempat pelayanan publik yang bisa diakses oleh kursi roda, serta tanda-tanda yang dapat dipahami oleh disabilitas sensorik," kata Khofifah, Minggu (3/12/2023).
"Dengan koordinasi, perencanaan, dan pelaksanaan serta evaluasi yang cermat, kita harapkan seluruh saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki derajat kesehatan yang optimal. Sehingga, mampu menunjang produktivitas dan partisipasi dalam masyarakat dan pembangunan," imbuhnya.

Ia mengungkapkan, total ada 7 UPT Jawa Timur yang menangani disabilitas dan menjadi yang terbanyak di Indonesia. Bahkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim menerima penghargaan sebagai unit pelayanan publik terbaik penyedia sarpras ramah kelompok rentan dari Kemenpan RB.
Kemudian di sisi pendidikan, kata Khofifah, seluruh sekolah di Jawa Timur telah menjadi sekolah inklusi. Yang mana, akan bergerak menuju penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus.
"Sedangkan di bidang kesehatan, disabilitas diprioritaskan dalam aksesibilitas di pusat-pusat layanan kesehatan, termasuk perhatian luar biasa dalam deteksi dini untuk disabilitas," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




