Praktik Kecurangan Diduga Bakal Dimulai sejak Registrasi Peserta Muktamar NU

Praktik Kecurangan Diduga Bakal Dimulai sejak Registrasi Peserta Muktamar NU Ketua Umum PBNU KH.Said Aqil Siradj, MA, Wakil Gubernur Provinsi Jambi H.Fahrori Umar, Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Drs.H.Mahbub Daryanto, M.Pd.i dan Drs KH.Abdul Kadir Husein, M.Pd.i (paling kanan) saat masih menjabat ketua PWNU Jambi memasuki Masjid Agung Al-Falah menghadiri Peringatan Isra' Mi'raj 1434/2013. Foto: kemenag jambi

“Kalau benar seperti itu, berarti ini kecurangan nyata. AHWA itu kan belum diputuskan Muktamar tapi panitia telah memaksa agar peserta mengisi blanko calon AHWA sebelum Muktamar berlangsung. Ini berarti AHWA diputuskan di luar Muktamar. Padahal dalam AD/ART tak ada itu AHWA,” katanya.

Menurut dia, jika panitia benar-benar melakukan pemaksaan AHWA lewat proses adiministrasi seperti informasi yang ia terima, maka makin jelas kalau panitia Muktamar dan elit PBNU sudah menghalalkan segala cara untuk memenangkan calon Rais Am dan Ketua Umum PBNU yang mereka dukung. ”Jika dari caranya saja sudah tak benar, berarti mereka sudah gak benar,” katanya panjang lebar.

Karena itu ia makin yakin bahwa Said Aqil dan elit PBNU yang sekarang tak amanah dan bahkan tak jujur. ”Ini sudah jelas tak amanah. Padahal jadi pengurus NU itu kan mengabdi. Kalau pengurus NU sudah tak jujur itu hanya merusak NU,” katanya berulang-ulang.

Konsekuensinya, NU bakal jadi korban akibat ulah mereka. ”Padahal NU ini kan organisasi keagamaan yang didirikan para kiai,” katanya.

Sebelumnya, juga diberitakan bahwa salah satu elit PBNU yang sangat agresif memaksakan AHWA adalah Yahya C Staquf, keponakan Gus Mus. Bahkan, meski hampir semua kiai kecewa dengan Munas karena ternyata penuh rekayasa, Yahya C Staquf –seperti dimuat beberapa media sosial– masih besumpah dengan mengatakan Munas itu berjalan dengan jernih sejernih Kristal.

Begitu juga ketika staf sekretariat PBNU meliris 39 nama kiai calon anggota AHWA. Ternyata salah satu peserta rapat aktif yang mengusulkan 39 kiai itu juga Yahya C Staquf. Yang mengejutkan, perintah mengumumkan kiai-kiai calon anggota AHWA itu justru perintah dari Gus Mus. ”Ya, itu perintah Rais Am (Gus Mus-red),” kata seorang kiai di jajaran Syuriah PBNU yang ikut rapat kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (5/7/2015). (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO