Ketua PBNU, Ishfah Abidal Aziz atau yang akrab disapa Gus Alex.
“Umpama di PCNU A, ada sembilan majelis itu dalam satu struktur itu mewajibkan 15 paket, semua akan terdistribusikan dengan baik, dengan dasar seperti ini kami putuskan tidak ada nyicil, semua kontan dibaca bersama-sama, tawasul dilakukan secara bersama-sama selepas shalat Isya berjamaah. Saya kira menjadi dasar kita untuk menghitung, tidak ada nyicil,” ucapnya.
Sebagaimana surat edaran, kata Gus Alex, pembacaan Salawat Nariyah dibagi menjadi menjadi dua yaitu di struktur NU dan di luar struktur NU. Bagi yang di luar struktur NU seperti pondok pesantren, masjid, mushola, majelis taklim, memiliki kewajibannya membaca satu paket.
“Kami berharap pembagian alokasi dapat dilaksanakan, dapat dimonitor untuk dilaporkan ke PBNU, kami akan rekap. Kami mohon input dan dukungan mulai dari lembaga pondok pesantren, masjid, mushola, agar 21 Oktober selepas Isya kita semarakkan dengan membaca Salawat Nariyah,” katanya.
Ia berharap, Pembacaan Salawat Nariyah oleh masing-masing pengurus NU dipublikasikan di media.
“Kita warnai media sosial dengan pembacaan Salawat Nariyah, struktur NU dapat mempublikasikan di media, kita semarakan Salawat Nariyah,” pungkasnya. (mar/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




