Gubernur Khofifah saat melaunching logo dan kick off rangkaian Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur di Magetan.
Kemudian ada juga Fun Bike, Jatim Bersholawat, Pagelaran Wayang Kulit di 3 daerah, Jatim Festival, Jalan Sehat bersama Gubernur Jatim, Gerak Jalan Mojosuro, Konvoi Kendaraan Listrik, termasuk juga Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Jatim, dan lain lain.
"Seluruh rangkaian kegiatan berkonsep melibatkan masyarakat, sehingga bisa berdampak langsung kepada masyarakat," ucap Adhy.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Magetan Suprawoto mewakili masyarakat Magetan merasa terhormat acara Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Jatim diselenggarakan di Magetan. Selain itu turut dilakukan peluncuran logo dan kick off rangkaian Hari Jadi Pemprov Jatim tanggal 12 Oktober mendatang.
Menurutnya, kegiatan peluncuran logo dan kick off rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim tidak lepas dari sejarah Gubernur pertama Jatim yang berasal dari Magetan, yakni Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo.
"Magetan dan Jatim tak bisa dipisahkan. HUT Pemprov Jatim ulang tahunnya sama dengan Magetan tanggal 12 Oktober. Sehingga, ada hal yang mengikat antara Magetan dan Jatim," pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Magetan Suprawoto, dan Sekdaprov Jatim juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba desain logo Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur.
Yakni Juara 1 Moh. Nazar Hidayat dari Banyuwangi menerima piagam dan uang senilai Rp 12,5 juta, Juara 2 Zufar Al Farizi Soeseno dari Situbondo menerima piagam dan uang senilai Rp 10 juta, dan Juara 3 Amar Ma'ruf Stya Bakti dari Banyuwangi menerima piagam dan uang senilai Rp 7,5 juta.
Kegiatan launching logo dan kick off rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-78 Provinsi Jatim yang bersamaan dengan pembukaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Provinsi Jatim ini juga dimeriahkan dengan pesta kembang api. Selain itu, juga ada hiburan rakyat oleh Cak Kartolo cs dan bazar UMKM.
Arti logo Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim memiliki filosofi. Diantaranya garis menuju ke atas pada angka tujuh melambangkan kemajuan Jatim, garis lengkung membelah pada angka tujuh melambangkan jembatan Suramadu sebagai ikon pembangunan di Jawa Timur.
Kemudian, simbol garis tak terbatas pada angka delapan melambangkan prestasi Jawa Timur yang tidak terbatas, angka delapan yang terpisah jika digabungkan melambangkan kerja sama yang kuat.
Gradasi warna merah dan oranye menggambarkan warna matahari pagi yang memberikan semangat pagi bagi masyarakat Jatim, warna merah yang bermakna kuat dan tangguh, serta warna oranye yang bermakna optimis.
Turut hadir Direktur Kesiapsiagaan BNPB RI, Anggota Komisi VIII DPR RI, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Forkopimda Kab. Magetan, jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, para Kalaksa BPBD kabupaten/kota, Camat Nguntoronadi dan para Kepala Desa di Kecamatan Nguntoronadi. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




