OJK Kediri Sebut Kondisi Industri Jasa Keuangan Stabil

OJK Kediri Sebut Kondisi Industri Jasa Keuangan Stabil Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto, saat memberi keterangan kepada awak media. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

"Adequacy Ratio (CAR) sebesar 45,45 persen, disertai ketersediaan likuiditas yang memadai, tercermin dari cash ratio sebesar 12,84 persen dengan rasio LDR/FDR sebesar 76,48 persen (yoy)," urai Bambang.

Ia menambahkan, di tengah kondisi pasar keuangan yang bergerak dinamis, jumlah investor sektor Pasar Modal di wilayah kerja posisi Juli 2023 menunjukkan peningkatan sebanyak 82.721 SID investor atau sebesar 21,69 persen (yoy) dari 381.444 investor pada Juli 2022 menjadi 464.165 investor pada Juli 2023.

Peningkatan jumlah investor didominasi oleh peningkatan investor Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 26,78 persen (yoy), diikuti oleh investor Reksadana dengan peningkatan sebesar 21,95 persen (yoy), dan investor saham sebesar 20,53 persen (yoy).

Bambang menilai, tren nominal transaksi dan kepemilikan saham pada Juli 2023 masih cenderung mengalami penurunan di mana masing-masing menurun sebesar 29,36 persen dan 8,37 persen. 

Penurunan nominal transaksi dan kepemilikan saham tersebut sebagai imbas atas kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman resesi global yang dinilai akan berdampak terhadap penurunan nilai saham.

"Atas hal tersebut, peralihan investasi pada SBN menjadi salah satu alternatif penempatan dana yang aman bagi masyarakat, tercermin dari peningkatan investor SBN yang menunjukkan tren positif pada Juli 2023," pungkasnya. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO