Rombongan Satpol PP Kabupaten Mojokerto saat melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Kediri. Foto: Ist
“Dalam pemberantasan ini kita tidak dapat bertindak sendiri, kerja sama dengan tim satgas cukai ilegal dan kantor bea cukai setempat sangatlah penting. Alhamdulillah, hingga saat ini temuan BKC ilegal di Kota Kediri bisa teratasi dengan kerjasama semua pihak,” tuturnya.
Di akhir paparannya, Agus meyelipkan harapan agar dengan adanya kunjungan kerja ini ilmu dan informasi yang disharing terkait DBHCHT dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran sesuai aturan yang ada dan pelaksanaan DBHCHT yang tepat bagi kedua pemda ke depannya.
“Kunker ini sebagai sarana sharing kita bersama. Semoga melalui kunker ini pengalaman dan ilmu baik dari Satpol PP Kota Kediri maupun Satpol PP Kabupaten Mojokerto bisa menjadi motivasi dan contoh bagi keduanya. Terima kasih atas kunjungannya, saya harap silaturahmi dan kerjasama kita tidak berhenti disini,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Hartono, yang memimpin rombongan kunker mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Satpol PP Kota Kediri. Ia berharap Satpol PP Kota Kediri bisa membagikan pengalaman dalam pengelolaan DBHCHT mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan dengan santai dan kekeluargaan.
“Terima kasih kunjungan rombongan kami yang beranggotakan 26 orang ini, diterima dengan baik dan luar biasa. Sebagai salah satu kota yang terdapat pabrik rokok besar, Kota Kediri pasti memiliki banyak pengalaman dalam pengelolaan DBHCHT. Kami harap pengalaman-pengalaman tersebut, bisa disharingkan pada pertemuan ini,” katanya.
Hartono berharap dengan ilmu dan pengalaman yang rombongannya terima pada kunker ini dapat menjadi perbandingan dan motivasi Satpol PP Kabupaten Mojokerto dalam meningkatkan pengelolaan DBHCHT di tahun-tahun berikutnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




