Kepala Dinsos Tulungagung (topi hitam) saat melakukan monitoring dan mengecek data Supayah (80), warga asli Desa Ngrance yang menerima bantuan sosial DBHCHT.
"Bantuan yang diberikan mencakup alokasi bulan Juni dan Juli tuntas hari ini, dan alokasi untuk bulan Agustus, September, dan Oktober akan disalurkan kepada para penerima pada akhir bulan Oktober mendatang," tuturnya.
Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan di seluruh Tulungagung mencapai 9.200 KPM, dengan total anggaran mencapai Rp3,8 miliar. Pihaknya berharap, bantuan ini akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk petani tembakau, karyawan pabrik rokok, dan lainnya, serta mengurangi beban pengeluaran untuk membeli kebutuhan pokok.
"Mudah mudahan bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran, setidaknya dapat dipergunakan untuk membeli kebutuhan pokok yang di perlukan," ucapnya.
Supayah (80), warga asli Desa Ngrance, merupakan salah satu penerima manfaat dari program ini. Dalam wawancara singkat, Supayah mengungkapkan rasa terbantunya berkat Bansos DBHCHT ini.
"Bantuan ini sangat membantu kami untuk membeli beras, yang menjadi kebutuhan pokok keluarga kami," ujar Supayah.
Dia berharap program Bansos DBHCHT akan terus berlanjut dan membantu mereka dalam menghadapi masa-masa sulit.
Program Bansos DBHCHT sendiri merupakan upaya pemerintah dalam mendukung masyarakat, terutama yang berada di daerah pedesaan yang wilayah terdapat tanaman tembakau dan pabrik rokok, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dana tersebut berasal dari hasil cukai hasil tembakau yang dikelola dan didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat seperti Supayah. (adv/fer/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




