Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memberi sambutan. Foto: Ist.
Alasannya, ditemukan anak sekolah yang lebih mementingkan penggunaan gadget ketimbang harus membeli kebutuhan sekolah seperti sepatu.
Sepatu yang seharusnya menjadi kebutuhan primer, justru bergeser menjadi sekunder. Pun sebaliknya, gadget akhir-akhir ini dianggap menjadi kebutuhan primer.
“Jadi, tolong diingatkan orang tuanya, supaya tahu apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan,” tandas Putra Menseskab Pramono Anung itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menjelaskan insentif tersebut akan diberikan kepada guru TK, PAUD, serta tapos non-ASN dengan masa bakti minimal 3 tahun.
“Kita cut off di guru-guru yang sudah mengajar dari tahun 2021,” terangnya.
Adapun alokasi anggaran yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk peningkatan insentif tersebut sebesar Rp1,5 Miliar dengan jumlah penerima sebanyak 2.156 guru PAUD. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




