Keluarga korban tewas tenggelam di Sampang Waterpark saat berada di lokasi kejadian. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Peristiwa tewasnya bocah dari Pamekasan di Sampang Waterpark (SWP) terus berlanjut. Sebab, orang tua dari korban bersama kuasa hukumnya mendatangi lokasi kejadian, Selasa (4/7/2023).
Saat di lokasi, Suhan selaku ayah korban dengan kuasa hukumnya, Achmad Bahri, melakukan rekonstruksi bersama pihak Sampang Waterpark. Di sana ditemukan fakta baru saat melihat rekaman CCTV.
BACA JUGA:
- Kejari Sampang Musnahkan BB Inkracht 1 Juta Batang Rokok Ilegal dan Ratusan Gram Sabu
- Empat Pelaku Curanmor di Sampang Dibekuk, Beraksi saat Korban Tertidur
- Viral Pria Diduga Pelaku Hipnotis Dihakimi Warga, Polres Sampang Turun Tangan
- Curi Motor hingga 12 TKP, Maling di Sampang Dibekuk Bersama Dua Penadah
Bahri mengatakan bahwa rekaman CCTV di Sampang Waterpark menunjukkan bahwa korban tenggelam di kolam renang khusus dewasa. Dalam video itu terpantau sedang tidak ada petugas di lokasi.
"Korban tenggelam di kolam dewasa, korban yang awalnya ada di kolam anak-anak kemudian pindah ke kolam dewasa, saat pindah ke kolam dewasa memang tidak ada petugas di sana," ucapnya.
Ia mengaku heran. Sebab, awalnya dari pihak Sampang Waterpark menyalahkan keluarga korban karena tidak memperhatikan anaknya, sedangkan dalam rekaman CCTV di titik lokasi kejadian memang sedang tidak ada petugas.
"Kolam renang anak-anak dengan dewasa itu berdekatan, dan tidak ada pagar pembatas, apalagi saat itu tidak ada petugas. Peristiwa ini ada kelalaian dari Sampang Waterpark, tapi ini bukan menuduh ya," paparnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




