SURABAYA,BANGSAONLINE.com -Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memaparkan capaian prestasi dan inovasi pendidikan periode 2024–2025 di hadapan tim penilai Innovation Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (18/5/2026).
Paparan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian inovasi daerah yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan tata kelola pemerintahan.
BACA JUGA:
Tim penilai yang hadir di antaranya Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, serta Guru Besar Fakultas Ekonomi Program Studi S2 Manajemen Universitas Sriwijaya, Dyah Natalisa.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan berbagai program inovasi yang dijalankan telah memberikan dampak langsung terhadap layanan pendidikan di Jawa Timur. Sejumlah inovasi unggulan yang dipaparkan antara lain Program Terapan Ekonomi Guru Non-ASN (Proteg) dan East Java Innovative Education Summit (EJIES).
Menurut Aries, kunjungan tim Kemendagri merupakan bagian dari penilaian langsung implementasi inovasi daerah.
Ia menyebut Jawa Timur selama ini menjadi daerah dengan kontribusi inovasi terbanyak dalam ajang IGA Award dan berhasil meraih peringkat pertama nasional.
“Dindik Jatim memberikan kontribusi jumlah inovasi terbanyak dalam IGA Award dan Jawa Timur menjadi juara satu nasional,” ujar Aries.
Ia menambahkan, kontribusi sektor pendidikan terhadap capaian inovasi daerah terus meningkat dari 2024 hingga 2025. Dari total 398 inovasi yang diajukan, sebanyak 196 inovasi telah mencapai tingkat kematangan tinggi berdasarkan hasil validasi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Aries juga menekankan pentingnya mendorong para guru agar terus melahirkan inovasi. Menurutnya, inovasi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan lingkungan sekolah.
“Inovasi harus menjawab kebutuhan masyarakat agar pendidikan benar-benar berdampak luas,” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




