Oleh sebab itu, Imam menegaskan, diperlukan kolaborasi yang sinergis dan harmonis dari semua lembaga terkait. Serta peran aktif dari semua lapisan masyarakat dalam memberantas kejahatan ini.
"Perlu kolaborasi dan sinergitas dari hulu sampai hilir, mulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, lembaga masyarakat, pemerintah desa sampai dengan pemerintah pusat guna mencegah terjadinya TPPO," jelas Imam.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Jatim juga melakukan pengukuhan duta Pencegahan TPPO untuk wilayah kecamatan dan desa di Malang Raya. Galih Priya Kartika Perdhana selaku Kepala Kanim Malang mengatakan para duta ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk ikut berperan serta dalam mencegah TPPO.
"Duta ini diharapkan mampu menghasilkan suatu komitmen bersama antar instansi pemerintah dalam mencegah terjadinya TPPO," harap Galih.
Lebih lanjut, pesan dan wawasan ini dapat tersampaikan kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya kelompok warga yang rentan terhadap TPPO di desa.
“Akhirnya akan timbul pemahaman dan koordinasi yang baik antara instansi dan seluruh lapisan masyarakat dalam konteks pencegahan dini terhadap TPPO,” ujarnya.
Acara sosialisasi ini merupakan lanjutan dari rapat koordinasi antar instansi terkait pencegahan TPPO di Jawa Timur.. Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh UPT Imigrasi di Jatim, perwakilan TNI, Polri dan instansi pemerintahan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. (cat/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




