Kepala Cabang BRI Sampang, Rahmat Salim, saat ditemui di tempat kerjanya. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Polemik dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos) di tubuh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sampang dilempar kepada pimpinan pusat.
Pasalnya, usai viralnya kisah seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai tukang becak dari Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Moh Ali (67), Kepala BRI Cabang Sampang, Rahmat Salim, tidak bisa menjawab pertanyaan dari wartawan.
BACA JUGA:
- KUR Ditolak? Cukup Pakai HP, Ajukan Pinjaman BRI di Sini Tanpa Jaminan Cair hingga Rp500 Juta
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
Dalih yang disampaikan, BRI Pusat menyetujui untuk mengeluarkan Standby Statement dalam menyikapi pemberitaan di salah satu televisi dengan 4 poin.
"Standby Statement ada 4 poin dan ini dari BRI Pusat untuk menyikapi berita yang sebelumnya sudah viral, dan kami tidak bisa menjawab pertanyaan dari wartawan di luar 4 poin ini," ucap Rahmat Salim saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/6/2023).
Adapun sejumlah poin tersebut ialah:
1. BRI telah menerima dan menindaklanjuti keluhan yang bersangkutan dan memastikan bahwa yang bersangkutan telah menerima bantuan tersebut pada hari yang sama tanpa ada penolakan maupun penundaan dengan jumlah yang sesuai, serta yang bersangkutan juga menyatakan bahwa tidak ada permasalahan terkait proses pencairan BPNT miliknya di BRI.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




