Gubernur Khofifah saat memberi sambutan ketika mengambil sumpah jabatan ribuan PNS Pemprov Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengambil sumpah dan janji 1.450 PNS lingkungan Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (4/5/2023). Mereka yang diambil sumpah terdiri atas 1.300 orang peserta CPNS tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan tenaga administrasi tahun lalu.
Sedangkan 150 orang lainnya disisir dari para PNS yang belum diambil sumpah dengan periode yang sama. Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah/Janji PNS dilakukan oleh 5 perwakilan dari 5 agama.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
Mereka adalah M. Burhanuddin Thobari sebagai perwakilan Islam; Novia Astika Hadi Mulyono sebagai perwakilan Kristen Protestan; Maria Nining Kehi sebagai perwakilan Kristen Katolik; I Nyoman Riki Wisdyastrawan sebagai perwakilan Hindu; serta Jenadi Binarto sebagai perwakilan Budha.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Sosial itu menekankan pentingnya core values ASN ‘BerAKHLAK’ yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
"Yang pertama adalah berorientasi pelayanan. Pastikan bahwa kita semua punya komitmen dan tekad memberikan pelayanan terbaik, tercepat, termudah. Pastikan bahwa saudara siap memberikan layanan kepada seluruh masyarakat tanpa diskriminasi," tegasnya.

Khofifah kemudian menjelaskan bahwa akuntabel merupakan akuntabilitas seluruh kerja dan kinerja yang didedikasikan untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, ia juga berpesan agar setiap ASN memiliki kompetensi di bidang tugas masing-masing.
"Selalu ada perubahan ekosistem yang berjalan sangat cepat, baik internal maupun eksternal Pemprov, baik internal maupun eksternal bangsa," tuturnya.
"Kita berada pada Global Village. Jadi setiap perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia harus selalu dalam antisipasi dan kemampuan kita untuk melakukan mitigasi sekaligus menemukan solusinya," imbuhnya.
Menurut dia, Core value selanjutnya adalah harmoni yang juga merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya. Di mana, terdapat program yang diberikan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




