Gubernur Khofifah saat memberi keterangan kepada awak media ketika memperingati Hardiknas 2023.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak seluruh insan pendidikan di Jawa Timur untuk serentak bergerak mewujudkan merdeka belajar. Menurut dia, konsep pendidikan itu harus mampu melahirkan berbagai kreativitas baru dan juga inovasi yang terus berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia Emas.
"Saat ini tren dunia kerja sangat dinamis. Belum lagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat sehingga pertukaran informasi terjadi begitu pesan tanpa batasan ruang dan waktu," ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, Selasa (2/5/2023).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
"Ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus bisa dijawab oleh konsep pendidikan kita. Maka dari itu, agar mampu bersaing di pasar global, kita dituntut untuk terbuka dan adaptif tanpa melupakan tradisi dan budaya bangsa," imbuhnya.
Ia menilai, pendidikan yang relevan dengan zaman, nafasnya harus tersusun seiring dan mengiringi perubahan dan industri digital. Khofifah mengibaratkan seperti rel kereta api yang harus selaras dan simetris.
"Stasiun dari lulusan adalah skill yang mumpuni sesuai bidangnya, karakter yang kuat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang cepat berubah ubah, tidak menentu, sangat kompleks dan ambigu yang disebut VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity)," paparnya.

Gubernur menyebut, merdeka Belajar dimaksud adalah sumber belajar, waktu belajar dan tempat menempa diri serta guru atau sumber belajar tidaklah statis dalam ruangan atau di kelas yang sempit, tapi dalam ruang luas hampir tanpa sekat fisik.
"Jadi anak didik yang harus pintar dan juara renang, tak harus latihan melulu di kolam renang yang sempit karena tantangan hidup layaknya seperti di lautan lepas yang berarus dan berombak, bukan sekedar di kolam yang airnya tenang," tuturnya.
Di era ini, kata Khofifah, pendidikan mulai menjadi perhatian. Penyusunan rencana belajar dilakukan. Termasuk penyediaan tenaga pendidik khusus, penilaian skala, hingga ujian tiap tahap untuk mengukur kompetensi.
Selain itu, pola pendidikan juga mengalami perubahan sangat cepat (un precendented changes in education system). Sistem pendidikan menjadi berbasis digital. Tuntutan untuk memiliki kompetensi sangat besar, kompetensi akan menjadi modal untuk bersaing di dunia kerja atau industri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




