Seminar nasional lintas masa edisi pertama yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kediri di Auditorium Simpang Lima Gumul. Foto: Ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hari Jadi ke-1.219 Kabupaten Kediri dimeriahkan sejumlah kegiatan, di antaranya seminar nasional lintas masa untuk mengupas tuntas sejarah Kabupaten Kediri. Seminar edisi pertama yang digelar Pemkab Kediri itu mengambil tempat di Auditorium Simpang Lima Gumul, Sabtu (11/3/2023) kemarin.
Seminar mendatangkan Kayato Hardani dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai narasumber.
BACA JUGA:
- Festival Literasi Kediri 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Vinanda Dorong Budaya Baca di Era Digital
- Outing Class di Pantai Pangi, Santri MMQ Kediri Terseret Ombak
- Pemkab Kediri Lanjutkan Pembangunan Stadion GDJ Tahap III
- Annisa Hanindhito Buka Pesta Siaga Kwartir Pramuka Kabupaten Kediri di Taman Wisata Ubalan
Dalam paparannya, Kayato menyatakan masyarakat Kabupaten Kediri harus bangga dengan kekayaan sejarah yang luar biasa. Mulai dari klasik yang berlapis-lapis, hingga sejarah masa Islam.
Menurutnya, modal sejarah itu bisa menjadi pebelajaran. "Di mana data-data sejarah dan arkeologi harus diperlakukan ilmiah dengan metode yang tepat. Sehingga diharapkan tidak ada penyelewengan hingga salah interpretasi dalam menelaah sejarah," ujarnya.
Kayato menyebut, pelestarian sejara Kabupaten Kediri harus melibatkan peran pemuda. Ia mencontohkan Sungai Serinjing. Kata dia, pemuda dapat berperan dalam pelestarian sungai yang ditandai dengan Prasasti Harinjing, yang menjadi asal muasal kata Kediri disebut.
Sungai itu juga menjadi penunjuk jejak Bagawanta Bhari dalam merubah irigasi menjadi sistem pengairan, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sampai sekarang.
“Mereka (pemuda) adalah pewaris langsung Bagawanta Bhari, bagaimana mereka menjaga. Satu kegiatan diposting, dan itu nanti akan menularkan efek-efek (pelestarian),” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





