Presiden Joko Widodo saat meninjau panen raya pada di Desa Kartoharjo, Kabupaten Ngawi, Sabtu (11/3/2023) pagi.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi, Sabtu (11/03/2023). Ada dua agenda dalam kunjungan Jokowi di Ngawi, yakni melakukan panen raya padi di Desa Kartoharjo dan mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Beran.
Usai penan raya padi di Desa Kartoharjo, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa tingkat produktivitas pertanian di setiap daerah berbeda-beda. Ia mencontohkan di Kabupaten Ngawi, per hektare bisa mengahasilkan 10,5 ton.
BACA JUGA:
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Galian C Ngawi
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
"Kemarin di sana (Kabupaten Kebumen) 5,5 sampai 6 (ton per hektare)," katanya.
Menurutnya, perbedaan hasil panen itu disebabkan sejumlah faktor, di antaranya tingkat kesuburan tanah, manajemen pertanian, dan sistem pengairan sawah.
"Saya kira memang setiap daerah memiliki kesuburan yang berbeda, memiliki manajemen yang berbeda-beda mengenai pengairan dan lain-lain sehingga menurut saya ini baik untuk petani," lanjutnya.
Usai dari Desa Kartoharjo, Mantan Wali Kota Solo itu lalu menuju Pasar Tradisonal Beran untuk meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini disambut meriah oleh pedagang dan pengunjung pasar.
Begitu tiba, Jokowi langsung mengecek harga sembako. Ia bertanya ke sejumlah pedagang, salah satunya Galih, penjual sembako.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




