Ilustrasi.
Ada banyak alasan yang membuat seseorang merasa lelah, termasuk pola makan, tingkat stres, dan seberapa banyak tidur.
Namun, jika Anda tidak dapat menemukan alasan jelas lainnya untuk kelelahan ekstrem, maka tingkat energi yang rendah disertai gejala diabetes lain, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri.
8. Mengalami infeksi jamur
Gula darah tinggi menciptakan lingkungan di vagina yang matang untuk infeksi jamur. Semakin tinggi tingkat glukosa, maka semakin banyak bahan bakar untuk jamur dan berkembang biak.
Jika kamu mengalami dua hingga tiga infeksi jamur setiap beberapa bulan atau jika perawatan standar tidak berhasil, maka saatnya kamu kontrol ke dokter. Saat gula darah terkontrol, biasanya frekuensi infeksi tersebut akan turun.
9. Kulit kering
Gejala lainnya dari diabetes adalah mengalami kulit gatal dan kering, bersisik, hingga pecah-pecah. Kondisi ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan lewat urine yang berakibat kulit kehilangan kelembapan alaminya.
Kulit gatal karena diabetes juga terjadi karena berkurangnya fungsi saraf dan terhambatnya sirkulasi darah.
Diabetes juga bisa menimbulkan gejala lain berupa bercak hitam pada kulit (akantosis nigrikans) disebabkan kadar insulin yang tinggi dan memicu produksi pigmen secara berlebihan. Kondisi itu membuat kulit tampak lebih gelap, menebal, atau bersisik.
10. Gusi merah dan bengkak
Gejala diabetes pada wanita yang lainnya bisa diketahui pada bagian gusi dan gigi. Sebab, mulut merupakan pintu utama masuknya makanan ke dalam tubuh, dan menjadi lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.
Sistem imun orang yang sehat mampu melawan bakteri di mulut. Tidak halnya dengan pengidap diabetes, mereka lebih rentan terhadap infeksi karena sistem imunnya lebih lemah sehingga mendukung pertumbuhan bakteri yang pesat sehingga menyebabkan infeksi gusi.
Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan
Kesehatan merupakan salah satu investasi penting dalam hidup. Namun, risiko kesehatan seperti jatuh sakit hingga mengalami kecelakaan bisa terjadi kapan saja.
Biaya perawatan kesehatan juga tidak murah, dan nilai inflasinya di setiap tahun selalu naik. Itulah mengapa, kini banyak orang lebih peduli dan memiliki asuransi kesehatan, begitu seperti dikutip dari https://infobanknews.com/tingkat-kesadaran-akan-asuransi-meningkat-mayoritas-pilih-asuransi-kesehatan-dan-jiwa/ .
Tak hanya menjalani pola hidup sehat dan konsisten berolahraga, ada perlindungan berupa asuransi kesehatan untuk memproteksi dari risiko berbagai penyakit.
Dengan asuransi kesehatan, maka kamu dapat melindungi kesehatan pribadi sekaligus keluarga. Proteksi kesehatan juga berfungsi untuk meminimalisir masalah ekonomi karena perawatan kesehatan yang mahal.
Asuransi memiliki manfaat untuk mendeteksi dini penyakit kronis, salah satunya diabetes. Dengan begitu, kamu mendapat penanganan cepat dan melindungi kondisi keuangan keluarga!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




