Senin, 19 Agustus 2019 18:01

Soal Penganiayaan Wartawan di Lamongan, Ini Jawaban Kapolres

Senin, 25 Mei 2015 20:16 WIB
Soal Penganiayaan Wartawan di Lamongan, Ini Jawaban Kapolres
Sejumlah wartawan di Lamongan melakukan aksi di depan Polres Lamongan. foto: haris/BANGSAONLINE

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kasus pemukulan terhadap wartawan oleh oknum polisi saat acara konser di alun-alun Lamongan dalam rangka hari jadi Lamongan, Sabtu (23/5) kemarin terus berbuntut. 

Pemukulan tersebut terjadi saat para wartawan dari berbagai media meliput bentrokan antara polisi dengan massa yang menyaksikan acara konser salah satu grup band dalam rangka Hari Jadi Lamongan.

Menanggapi aksi tersebut Kapolres Lamongan, AKBP Trisno Adi angkat bicara soal aksi pemukulan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap Faisol Ahmad, salah satu wartawan media online di Lamongan.

"Ini merupakan keteledoran anak buah, dan kita sayangkan," ungkapnya usai bertemu dengan berbagai awak media yang melakukan aksi di Mapolres Lamongan siang tadi (25/5).

Pihaknya melakukan permintaan maaf secara terbuka. "Dan memang situasi yang memaksa anggota untuk membubarkan aksi dan ini merupakan bahan introspeksi saya dan satuan saya," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolres Poso Sulteng ini menjelaskan soal pembubaran massa yang datang dalam konser tersebut. "Tentu saja dari kejadian itu, pihaknya akan merumuskan berbagai tindakan disiplin yang dilakukan oknum yang lakukan penganiayaan pada wartawan dan sekali lagi atas nama institusi saya minta maaf," ungkapnya.

Pihaknya berjanji, tidak akan melakukan tindakan kekerasan serupa dikemudian hari. "Prinsipnya polres ingin tetap menjadikan wartawan sebagai mitra dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom, pelindung, pelayan masyarakat," tandasnya

Usai lakukan aksi dan jaminan penyusutan serta permintaan maaf, puluhan wartawan Lamongan meninggalkan Mapolres Lamongan dan berjanji akan lakukan demo kalau aksi premanisme yang dilakukan oleh anak buahnya tidak ada tindakan.

"Kita akan boikot segala aktivitas Polres Lamongan," ungkap Suprayitno salah satu wartawan media cetak.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban, yaitu Faisol Ahmad, menderita luka memar pada bagian wajah dan kepala akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polres Lamongan. Hal inilah yang memicu wartawan Lamongan melakukan aksi demo dengan mendatangi Mapolres Lamongan guna meminta klarifikasi dan tanggung jawab Kapolres Lamongan atas aksi brutal anak buahnya. (ais/rvl)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...