Minggu, 21 April 2019 02:10

Soal Penganiayaan Wartawan di Lamongan, Ini Jawaban Kapolres

Senin, 25 Mei 2015 20:16 WIB
Soal Penganiayaan Wartawan di Lamongan, Ini Jawaban Kapolres
Sejumlah wartawan di Lamongan melakukan aksi di depan Polres Lamongan. foto: haris/BANGSAONLINE

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kasus pemukulan terhadap wartawan oleh oknum polisi saat acara konser di alun-alun Lamongan dalam rangka hari jadi Lamongan, Sabtu (23/5) kemarin terus berbuntut. 

Pemukulan tersebut terjadi saat para wartawan dari berbagai media meliput bentrokan antara polisi dengan massa yang menyaksikan acara konser salah satu grup band dalam rangka Hari Jadi Lamongan.

Menanggapi aksi tersebut Kapolres Lamongan, AKBP Trisno Adi angkat bicara soal aksi pemukulan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap Faisol Ahmad, salah satu wartawan media online di Lamongan.

"Ini merupakan keteledoran anak buah, dan kita sayangkan," ungkapnya usai bertemu dengan berbagai awak media yang melakukan aksi di Mapolres Lamongan siang tadi (25/5).

Pihaknya melakukan permintaan maaf secara terbuka. "Dan memang situasi yang memaksa anggota untuk membubarkan aksi dan ini merupakan bahan introspeksi saya dan satuan saya," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolres Poso Sulteng ini menjelaskan soal pembubaran massa yang datang dalam konser tersebut. "Tentu saja dari kejadian itu, pihaknya akan merumuskan berbagai tindakan disiplin yang dilakukan oknum yang lakukan penganiayaan pada wartawan dan sekali lagi atas nama institusi saya minta maaf," ungkapnya.

Pihaknya berjanji, tidak akan melakukan tindakan kekerasan serupa dikemudian hari. "Prinsipnya polres ingin tetap menjadikan wartawan sebagai mitra dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom, pelindung, pelayan masyarakat," tandasnya

Usai lakukan aksi dan jaminan penyusutan serta permintaan maaf, puluhan wartawan Lamongan meninggalkan Mapolres Lamongan dan berjanji akan lakukan demo kalau aksi premanisme yang dilakukan oleh anak buahnya tidak ada tindakan.

"Kita akan boikot segala aktivitas Polres Lamongan," ungkap Suprayitno salah satu wartawan media cetak.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban, yaitu Faisol Ahmad, menderita luka memar pada bagian wajah dan kepala akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polres Lamongan. Hal inilah yang memicu wartawan Lamongan melakukan aksi demo dengan mendatangi Mapolres Lamongan guna meminta klarifikasi dan tanggung jawab Kapolres Lamongan atas aksi brutal anak buahnya. (ais/rvl)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...